RADAR GRESIK – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik kini semakin menjadi tumpuan harapan masyarakat. Tidak hanya urusan api, petugas Damkar kini menjadi "primadona" untuk berbagai urusan darurat lainnya, mulai dari evakuasi hewan liar, pencegahan bunuh diri, hingga konsultasi masalah sosial.
Melihat tingginya ketergantungan masyarakat tersebut, DPRD Kabupaten Gresik mengusulkan adanya penambahan pos Damkar secara masif. Hal ini bertujuan untuk mempercepat response time atau waktu tanggap penanganan darurat di seluruh wilayah Gresik.
Baca Juga: Semangat Pengabdian untuk Umat, MUI Gresik Gelar Halaqah Pengembangan Organisasi
Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, menilai manfaat Damkar kini sudah meluas jauh melampaui tugas pokoknya. Ia menyebut personel Damkar kerap membantu evakuasi yang unik dan mendesak (Rescue).
“Terkait Damkar, saya melihat sekarang ini semacam menjadi primadona di masyarakat. Tidak hanya memadamkan api, tapi juga membantu penanganan lain,” kata Gus Kurdi, sapaan akrabnya, Kamis (14/5/2026).
Politisi dari Fraksi Gerindra ini menyoroti masih banyaknya wilayah yang sulit dijangkau dalam waktu cepat. Salah satu contoh kasus terjadi di wilayah Gresik Utara, di mana pos Damkar saat ini hanya tersedia di Kecamatan Dukun.
Jarak tempuh yang jauh mengakibatkan bantuan seringkali datang terlambat. Gus Kurdi mencontohkan kebakaran besar di Ujungpangkah beberapa waktu lalu, di mana petugas baru sampai saat bangunan sudah ludes terbakar akibat kendala jarak lokasi.
Melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait Damkar yang sedang dibahas, Gus Kurdi mendorong pengaturan cakupan wilayah pelayanan yang lebih ideal. Ia mengusulkan penambahan pos yang lebih dekat dengan pemukiman warga.
“Makanya perlu diatur seideal mungkin dalam perubahan Perda baru. Jangkauan respon harus lebih dekat. Kalau perlu satu pos untuk satu atau dua kecamatan supaya pelayanan lebih maksimal,” pungkasnya.
Baca Juga: Police Goes To School: Satlantas Polres Gresik Ajarkan Siswa Safety Riding hingga Simulasi PPGD
Dengan adanya penguatan regulasi dan penambahan pos ini, diharapkan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana dapat diminimalisir di seluruh pelosok Kabupaten Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah