Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dari Kandang ke Wirausaha, Wabup Alif Dorong Ekosistem Peternakan Terintegrasi di Gresik

Hany Akasah • Jumat, 10 April 2026 | 08:19 WIB
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, membuka program "Gresik Krawu Enak". (ist/Radar Gresik)
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, membuka program "Gresik Krawu Enak". (ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat langkah transformasi sektor pertanian dan peternakan melalui program inovatif bertajuk “Balai Ternak Gresik Krawu Enak” (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan).

Pelatihan yang menyasar para peternak kambing ini dipusatkan di Lentera Farm, Desa Sidoraharjo, Kedamean, Kamis (9/4).

Program ini dirancang tidak hanya untuk membekali peternak dengan keterampilan teknis, tetapi juga untuk merevolusi pola pikir (mindset) dari sekadar peternak tradisional menjadi wirausahawan yang tangguh, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga: Tiga SPPG di Gresik Disuspensi, Wabup Alif Desak Percepatan Sertifikasi Higiene

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa pendekatan pemerintah ke depan tidak lagi sebatas memberikan bantuan stimulan, melainkan membangun ekosistem usaha yang utuh.

“Kita tidak ingin hanya memberi ‘ikan’. Kita siapkan sistemnya dari pelatihan, produksi, sampai pemasaran. Harus ada blueprint yang jelas dari A sampai Z,” tegas Wabup Alif.

Menurutnya, di tengah pesatnya industrialisasi di Gresik yang semakin mengandalkan otomatisasi, sektor peternakan menjadi ruang strategis untuk menciptakan lapangan kerja mandiri. Ia menyoroti besarnya peluang pasar pasokan daging untuk program-program nasional yang memerlukan konsistensi suplai.

Baca Juga: Gandeng Baznas, Gus Yani Ajak ASN Pemkab Gresik Bayar Zakat Serentak

“Pasar itu ada. Yang dibutuhkan adalah komitmen menjaga kualitas dan kuantitas. Kalau diminta satu kuintal, harus terpenuhi. Ini yang perlu dilatih melalui jejaring dan pola pikir wirausaha,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindhito, menambahkan bahwa sektor pangan adalah benteng utama saat terjadi krisis global. Di tengah karakter industri Gresik yang padat modal, peternakan menjadi solusi inklusif bagi masyarakat.

“Kami mendorong masyarakat tidak hanya bertani dan beternak, tetapi juga berwirausaha. Melalui Krawu Enak, peserta mendapatkan teori, praktik langsung, hingga peluang magang,” jelas Eko.

Baca Juga: Peringati HUT Pemkab dan Hari Jadi Gresik, Baznas Gelar Service dan Ganti Oli Gratis untuk Pemudik serta Ojol

Program ini turut didukung oleh kolaborasi lintas sektor, termasuk BAZNAS dan mitra swasta dalam penyediaan bantuan ternak sebagai modal awal. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan yang berkelanjutan dengan sistem evaluasi berbasis kinerja.

Dinas Pertanian menargetkan lahirnya peternak milenial yang memahami rantai bisnis secara menyeluruh. Pelatihan ini menitikberatkan pada tiga pilar utama. 

Yaitu manajemen kesehatan ternak untuk memastikan kualitas hasil produksi. Serta efisiensi pakan guna enekan komponen biaya terbesar dalam peternakan dan ekonomi sirkular meliputi pengelolaan limbah ternak agar menjadi nilai tambah ekonomi.

Baca Juga: Wabup Alif Lantik Pengurus Tiara Kusuma Gresik, Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Adaptif dan Inovatif

“Kami ingin setelah pelatihan ini, peserta bisa langsung action. Tidak berhenti di materi, tapi berlanjut ke praktik hingga benar-benar menjadi wirausaha peternakan yang mandiri,” pungkas Eko. (han) 

Editor : Hany Akasah
#Kedamean #Baznas #gresik #Wabup #DINAS pertanian