Dari informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan terjadi 19 kali dalam sepekan ini menyebabkan 4 orang meninggal dunia.
"Kami panggil Dishub untuk mengevaluasi sarana dan prasarana lalu lintas di Gresik. Sehingga kemacetan dan kecelakaan bisa diminimalisir," ujar Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah.
Menurut dia, kecelakaan di Bungah beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius. Sebab, di lokasi kejadian minim sekali rambu lalin. "Padahal disana sudah berulang kali terjadi kecelakaan. Ini seharusnya menjadi perhatian untuk meningkatkan sarana berupa rambu lalin," ungkap dia.
Dikatakan, selain urusan rambu persoalan beban muatan yang over load juga menjadi bahasan. Kesehatan kendaraan angkut yang lewat di jalan raya juga harus dipantau. "Sehingga kejadian serupa tidak terus terjadi dan menyebabkan korban jiwa," terangnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan di Gresik ada ratusan persimpangan jalan. Namun, baru toga yang sudah dilengkapi CCTV. "Ini harus dievaluasi. Semua jalan harus dipasang CCTV untuk memantau kondisi lalin" katanya.
Ditambahkan, dengan adanya CCTV maka pemantauan terhadap pelanggaran lalin juga bisa maksimal. Sebab, kecelakaan selalu terjadi karena adanya pelanggaran lalin. "Harus ada kolaborasi, jangan hanya berkutat pada kewenangan saja. Karena prioritas utama adalah keselamatan," imbuhnya.
Baca juga : Pungli Dinas PMD Gresik, Pimpinan Dewan Tunggu Laporan Komisi I
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kelalulintasan Dishub Gresik Roni Soebiyantoro mengatakan operasi gabungan memang berkurang selama pandemi.
Meski demikian, pihaknya akan berkoordinasi bersama Satlantas Polres Gresik untuk kembali menggalakkan razia secara berkala. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi dan rekayasa lalu lintas pada titik rawan. "Dalam waktu dekat akan dimulai dengan uji coba terlebih dahulu, untuk mengetahui efektifitasnya," imbuhnya. (rof/han) Editor : Hany Akasah