Kebomas– Sebuah video yang merekam aksi arogan seorang juru parkir (jukir) wanita di Terminal Bunder, Kabupaten Gresik, mendadak viral di media sosial. Jukir tersebut terekam mengancam akan memukul kepala seorang pemilik mobil yang tak terima kendaraannya diserempet bus saat diparkir di area terminal.
Peristiwa tersebut diunggah oleh pemilik akun Tutur Fitri ke laman media sosial. Peristiwa ini bermula saat, korban, pemilik mobil Isuzu Panther tengah mengantarkan saudaranya yang hendak naik bus di Terminal Bunder pada Jumat (6/6). Setibanya di area terminal, seorang wanita yang mengenakan atribut jukir mendatanginya dan meminta agar mobil diparkir sesuai arahan. Salma pun membayar jasa parkir sebesar Rp 5.000.
Tak berselang lama, sebuah bus berusaha keluar dari terminal. Namun, akibat kelalaian sopir, bus tersebut menyerempet bagian mobil milik Salma. Ironisnya, sang jukir justru meminta sopir bus agar tetap melanjutkan perjalanan tanpa bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Merasa dirugikan, Fitri kemudian memprotes tindakan sang jukir. Namun, respons yang diterima justru mengejutkan.
"Bukannya meminta maaf atau membantu, dia malah mengancam akan memukul saya," ujar Fitri, yang kini mengaku trauma atas insiden tersebut.
Yang lebih memprihatinkan, atribut yang dikenakan jukir wanita tersebut bukan atribut resmi milik juru parkir di bawah pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik liar di lingkungan terminal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengelola Terminal Bunder maupun pihak Dishub Kabupaten Gresik terkait keberadaan jukir liar dan dugaan pengabaian tanggung jawab dalam insiden yang menimpa Salma.
Peristiwa jukir arogan ini mengingatkan kembali pada kasus Jukir yang mengancam akan membunuh pegawai restoran soto di GKB. Jukir bernama Sucipto itu langsung dipecat oleh dishub usai melakukan ancaman kepada pemilik usaha. Namun belakangan diketahui, Sucipto masih bekerja sebagai jukir bahkan menjadi pemilik sejumlah titik parkir di kawasan kota wali.
Editor : Cak Fir