RADAR GRESIK - Kecelakaan tragis yang terjadi pada Kamis pagi (10/4) sekitar pukul 05.45 WIB di Jalan Raya Desa Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Peristiwa nahas ini melibatkan sebuah mobil Isuzu Phanter dengan nomor polisi DK 1157 FCL dan sebuah bus Hino bernomor polisi S 7707 UA menyebabkan tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan maut ini.
Jajaran dari Ditlantas Polda Jatim mendatangi lokasi kejadian kecelakaan maut ini. Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin didampingi oleh Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, dan Kasatlantas Polres Gresik, AKP Rizky Julianda Putra bersama jajaran.
Dirlantas Polda Jatim meninjau langsung lokasi kecelakaan untuk mengetahui kronologi kecelakaan maut ini dengan mengumpulkan data-data baik saksi maupun CCTV di lokasi kejadian.
Selain itu, untuk mengetahui penyebab kecelakaan dengan data-data saksi maupun CCTV. Proses olah TKP dilaksanakan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan yaitu dengan mengandalkan TAA atau Traffic Accident Analysis adalah metode analisis kecelakaan lalu lintas yang canggih.
TAA digunakan untuk menganalisa penyebab kecelakaan dan mengungkap kasus kecelakaan.
TAA Membantu penyelidikan yang lebih akurat dan efisien dengan menggunakan Kamera, sensor, pemindai laser 3D, perangkat lunak analisis kecelakaan, animasi 3D.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, mengatakan bahwa tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Kamis pagi. Seluruh korban merupakan penumpang mobil Isuzu Panther yang bertabrakan dengan bus PO Rajawali Indah.
"Kecelakaan ini terjadi pada pukul 05.45 WIB dan menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan dua luka berat yaitu sopir dan kondektur bis," ujarnya, Kamis (10/4).
Kedua kendaraan berjalan berjalanan berlawanan. Berdasarkan olah TKP setelah menyisir, Komarudin menyampaikan bahwa mobil panther oleng dari sisi kiri ke kanan dan menabrak bis. Hal ini diperkuat dengan titik tabrak di sisi kanan.
"Kedua kendaraan berjalan berlawanan, setelah kami sisir di tempat kejadian dan melihat CCTV milik warga sekitar dan keterangan para saksi. Mobil panther oleng dari sisi kiri jalan ke tengah jalan. Lalu menabrak bis dari arah berlawanan.
Hal ini diperkuat dengan keypoint (titik tabrak) berada di kanan jalan atau arah jalan bus," ungkapnya.
Dari CCTV milik warga pun di temukan bukti bahwa bis tidak berjalan melambung ke kanan jalan. Namun berjalan lurus sesuai arah jalan.
"Kondisi bis berjalan tidak melambung ke kanan jalan. Dari CCTV, bus berjalan lurus sesuai arah jalan," jelasnya.
Komarudin mengatakan bahwa tim Traffic Accident Analysis sedang melakukan tugasnya untuk menggambarkan bagaimana penyebab kejadian kecelakaan ini.
"Tim TAA kami sedang melakukan olah TKP dengan menggunakan alat alat bantu untuk bisa menggambarkan bagaimana kondisi dan penyebab kecelakaan maut ini," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah