RADAR GRESIK-Dua orang yang bekerja sebagai polisi cepek terlibat bentrok di Jalan Raya Dr. Wahidin Hudiroshusodo, Kecamatan Kebomas, dekat gapura masuk Gresik. Perkelahian yang menggunakan clurit dan besi cor ini mengakibatkan salah satu pelaku, Rahman, mengalami luka-luka.
Perkelahian bermula dari ancaman yang dilontarkan Rahman, anak buah Imron, agar berhenti bekerja sebagai polisi cepek di kawasan Waduk Bunder.
"Kemarin, Selasa (29/10), Rahman mengusir saya dan mengancam akan membunuh jika saya tidak pergi," ujar Imron saat ditemui Radar Gresik di Polsek Kebomas.
Merasa terancam, Imron pun menyiapkan clurit untuk berjaga-jaga. Saat bertemu, keduanya terlibat perkelahian yang berujung pada luka-luka pada tangan kanan Rahman.
Akibat luka yang dideritanya, Rahman dilarikan ke RSUD Ibnu Sina untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Imron yang berhasil melumpuhkan lawannya langsung diamankan oleh pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Kebomas, Ipda Arif Dwi Kurnia, membenarkan adanya kejadian tersebut. "Kami telah mengamankan satu orang pelaku dan barang bukti berupa clurit milik Imron dan besi cor milik Rahman," ujarnya.
Sekedar diketahui, sebuah video yang memperlihatkan dua orang terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam atau carok viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di dekat gapura selamat datang Kabupaten Gresik dan sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Bunder, Kecamatan Kebomas.
Kedua orang yang terlibat perkelahian merupakan polisi cepek yang kerap beroperasi di sekitar putar balik depan Pom Bensin dekat Waduk Bunder. Perkelahian tersebut dipicu oleh sengketa terkait lahan pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat kedua pria tersebut saling menyerang dengan menggunakan senjata tajam seperti clurit dan pedang. Salah satu pria yang berpostur gemuk dan membawa clurit sempat terjatuh dan mengalami luka bacok berulang kali di tubuhnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah