RADAR GRESIK - Misteri pembunuhan dan perampokan di Imaan Gresik terungkap. Polres Gresik mengungkap tiga pelaku perampokan dan pembunuhan sadis kepada korban Wardatun Thoyyibah di rumah pengusaha Gresik suaminya, Mahfud (42), warga Desa Ima'an, Kecamatan Dukun, Gresik.
Selain Asrofin (40), pelaku perampokan dan pembunuhan ternyata juga Sobikhul Alim, tetangga korban yang seminggu lalu mayatnya ditemukan tewas di Kebun Jagung Desa Wotan Kecamatan Panceng, Gresik.
Kemudian, pelaku utama adalah Ahmad Midhol yang merupakan otak pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap Asrofin.
Ada keterlibatan Sobikhul Alim (20). Warga Desa Ima'an RT 9 RW 4, Dukun, Gresik itu ditemukan tewas di tengah sawah, Desa Wotan, Panceng pada Selasa (26/3) lalu. Sobikhul sempat jadi saksi terkait perampokan Mahfud.
"Pelaku lainnya adalah SA (Sobikhul Alim). Pemuda yang meninggal di tengah sawah Desa Wotan Panceng," kata Aldhino Prima Wirdhan.
Sama dengan Asrofin, Sobikhul juga mendapat bagian sebesar Rp 8 juta. Kasus itu masuk dalam perencanaan. Sobikhul berperan membawa tali untuk mengikat korban ketika ada perlawanan.
"Tapi ternyata korban dibunuh oleh Ahmad Midhol, otak pelaku yang saat ini masih DPO," tambahnya.
Dari tiga pelaku perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Polisi masih memburu pelaku lainnya yang menjadi otak perampokan dan pembunuhan Wardatun Toyibah yakni Ahmad Midhol.
"Midhol sampai saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kami masih memburu yang bersangkutan," kata Aldhino, Senin (8/4).
Pelaku Ahmad Midhol memiliki ciri - ciri tinggi kurang lebih 165 sentimeter, kulit sawo matang rambut Ikal atau botak.
Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang juga pengusaha Wardatun Toyyibah ,28, warga Desa Imaan Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk di leher pada Sabtu (16/3/2024) dini hari.
Sebelumnya, polisi sempat kesulitan melakukan penyidikan karena barang bukti dan lokasi kejadian sudah rusak. (yud/han)
Editor : Hany Akasah