Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Polres dan Dinas KBPPPA Pemkab Gresik Dampingi Anak Korban Pembunuhan dan Dugaan Perampokan di Dukun

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 19 Maret 2024 | 04:45 WIB
PENDAMPINGAN: Pihak penyidik Satreskrim bersama Dinas KBPPPA Gresik saat melakukan pendampingan anak korban di rumahnya di Desa Imaan, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.
PENDAMPINGAN: Pihak penyidik Satreskrim bersama Dinas KBPPPA Gresik saat melakukan pendampingan anak korban di rumahnya di Desa Imaan, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.

RADAR GRESIK - Polres Gresik terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap misteri kasus pembunuhan dan dugaan perampokan. Kali ini, petugas memeriksa anak korban, Wardatun Toyyibah.

Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Komang Andhika Haditya Prabu mengatakan pemeriksaan anak korban melibatkan tim psikolog dan pendampingan anak.

"Kami memeriksa anak korban didampingi oleh psikolog dan Dinas KBPPPA Pemkab Gresik," ujar Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Komang Andhika Haditya Prabu, Senin (18/3).

Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Komang Andhika Haditya Prabu menjelaskan dalam pemeriksaan saksi anak korban, Komang menyatakan ada kendala yang dihadapi. Meski begitu, proses pemeriksaan berjalan lancar.

"Anak bisa bicara namun belum begitu lancar, kesulitannya disana," jelas Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Komang Andhika Haditya Prabu.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Pemkab Gresik dr Titik Ernawati mengatakan pihaknya mendampingi secara integratif holistik. Kepala Dinas KBPPPA Gresik pun memfasilitasi dan terus mendampingi.

"Lalu kita dampingi psikologisnya melalui psikolog dan psikiater. Untuk psikologis kami sudah melakukan assessment awal terlihat ada ketakutan," terangnya.

Dr Titik Ernawati menyampaikan, pemeriksaan anak-anak memang tidak mudah. Tak hanya saat penyelidikan dan penyidikan, pihaknya juga akan mendampingi saat persidangan.

"Jadi kami akan dampingi terus sampai anak ini bisa beradaptasi dan menyembuhkan dirinya sendiri dari trauma ini. Apabila nanti di persidangan juga harus dalam pendampingan kami," ungkap dr Titik Ernawati.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian pembunuhan dan dugaan perampokan terjadi di Desa Ima'an Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik pada Sabtu (16/3) dini hari.

Korban suami istri diketahui bernama, Mahfud, 45, dan Wardatul Toyibah, 29. Keduanya merupakan agen BRI Link. Uang Rp 150 juta milik korban hilang.(yud/han)

Editor : Hany Akasah
#perampokan #psikolog #gresik #pembunuhan #KBPPPA #polres