Operator alat berat, M Roni menjelaskan kronologinya. Saat itu, sopir dan operator sedang beristirahat sehingga tidak ada korban jiwa. Kejadian longsor terjadi sekitar pukul 2 siang," ujarnya.
Saat itu, pihaknya memang melakukan penambangan. Bahkan, gunung kapur yang sebelumnya terlihat kokoh dan stabil, kini mulai mengalami erosi. Nah, ini yang membuat terjadinya longsor. "Tanah yang berada di atas batu kapur sangat labil karena sering kali tanahnya diambil. Jika tidak dilakukan pemindahan tanah (melongsorkan), maka akan menjadi semakin berbahaya," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan pengelola PT Manggala, Sigit membenarkan jika bukit sengaja dilongsorkan. Dia mengaku bahwa tindakan melongsorkan tanah dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya. "Tidak longsor tapi sengaja dilongsorkan," ungkap dia.
Menurut Sigit, kejadian itu merupakan yang pertama. Dia pun membantah, longsor diakibatkan sering ditambang memakai alat berat serta ledakan bom. Dia menilai pihak yang mengambil gambar video tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya sehingga terkesan ada kepanikan di lokasi. "Yang mengambil tidak tahu keadaan, padahal sengaja dilongsorkan," imbuhnya.
Baca Juga : Pakai BBM Subsidi, Penambang Galian C di Banyutengah Diamankan
Baca Juga : Warga Keluhkan Material Urukan Galian C Kotori Jalan
Meskipun dia mengaku, prosedur kegiatan penambangan membahayakan. Bahkan, tidak ada sistem standar keselamatan kerja (K3) yang dipakai pekerja lapangan. Penambangan gunung kapur tersebut diklaim memiliki izin resmi dan sudah beroperasi sejak 2020 lalu. Sesuai papan nama pintu masuk, izin usaha pertambangan atas nama PT Krisna Cakra Cyrilla yang bekerjasama dengan pihak ketiga bernama Cahyo, dari PT Manggala.(yud/han) Editor : Hany Akasah