Salah satu saksi Wahyudi mengatakan, saat kecelakaan korban Syamsul Arifin mengendarai Honda Vario W 6540 NDH. Warga asli Jalan Bhakti 84 RT 4 RW 7, Balearjosari, Blimbing, Kota Malang itu membonceng anaknya Ahmad Jibran ,5. “Syamsul berboncengan dengan anaknya, melaju dari arah utara ke arah barat dengan kecepatan sedang. Saat hendak menyeberang ke arah Dusun Jurit Desa Iker-Iker Geger, dari arah berlawanan motor Honda GL Max melaju dengan cepat,” kata Wahyudi.
Duar..Kecelakaan terjadi. Motor GL Max yang dikendarai Siswanto, pelajar asal Dusun Magersari, Desa Boteng, Kecamatan Menganti menabrak motor Syamsul Arifin. Seketika, Syamsul meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua korban lainnya, yakni anak dari Syamsul Arifin dan Siswanto hanya mengalami luka ringan. "Pengendara motor Vario (Syamsul) langsung terpental dan meninggal di tempat, " ujarnya.
Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Wiji Mulyono menuturkan, saat akan belok, motor Syamsul mengambil haluan terlalu kanan. Dirinya tidak memprioritaskan kendaraan yang berjalan lurus selatan ke utara. "Jarak sudah dekat sehingga terjadilah benturan dan terjadilah kecelakaan lalu-lintas. Akibat dari kecelakaan tersebut Syamsul Arifin meninggal dunia," tuturnya.
Baca juga : Diduga Ditabrak Kapal, Nelayan Paciran Hilang di Pulau Karang Jamuang
Sementara itu, anak korban Ahmad Jibran mengalami luka ringan. Begitu juga dengan pengendara Honda GL Siswanto mengalami luka ringan. "Korban luka ringan langsung dilarikan ke Puskesmas Cerme," pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah