Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menuturkan, kejadian ini bermula saat pemilik rumah Noto sedang memasak air dengan menggunakan tungku. Sambil menunggu air yang dimasak mendidih Noto rupanya tidak kuat menahan rasa kantuk dan tertitur.
Tidak disangka angin yang kencang membuat bara api terbang dan membakar bagian belakang rumahnya yang berbahan kayu.
"Informasi di lapangan api mulai muncul sekira pukul 02.35 dan langsung menyambar atap rumah," ujar Sinaga.
Besarnya api, membuat waga sekitar yang ikut membantu merasa kewalahan. Untuk menjinakkan api, satu unit mobil dinas Pemadam Kebakaran dan satu unit supply dikerahkan. 10 anggota yang bertugas langsung berpencar memadamkam api. Ada yang berada di bagian depan rumah hingga ke dalam rumah.
Baca juga : Korsleting Picu Kebakaran Rumah, Warga Desa Metatu Panik Berhamburan
“Kurang lebih dari satu jam, petugas baru bisa menjinakkan api. Termasuk melakukan proses pembasahan guna memastikan tidak ada api kecil yang masih menyala,” imbuhnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah