Camat Kedamean Sukardi membenarkan jika lima wanita itu terjaring dalam operasi gabungan yang digelar petugas, Selasa (21/6) tadi malam. Para wanita ini, selain mendapatkan pembinaan, juga digiring ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. “Selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata Sukardi, kepada awak media, Rabu (22/6/2022).
Dijelaskan, warung-warung yang melayani esek-esek ini, secara muka seperti warung pada umumnya. Mereka juga berjualan kopi maupun jajanan lainnya. Namun ketika diperiksa di dalam, ada bilik-bilik kamar yang tertata rapi.
“Kamar-kamar ini lah, dugaan kami sebagai praktik prostitusi. Bahkan modus ini tidak kita temukan di satu warung saja, melainkan banyak,” jelasnya.
Identitas lima wanita ini. Antara lain, AY (29), SA (19), TS (19), TR (24) dan PR (38). Mereka mengaku jualan kopi dan juga nyambil praktik prostitusi Rata-rata para wanita ini, datang dari luar Kabupaten Gresik. Mulai dari Kabutan Cirebon Provinsi Jawa Barat hingga Kabupaten Kapuwila Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kayaknya tadi malam operasinya bocor. Banyak warung esek-esek tertutup rapat sehingga kami tak bisa masuk. Tapi ada juga warung yang masih buka, menjadi target operasi,” bebernya.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Suprapto mengatakan, selain mengamankan lima orang diduga PSK di warung esek-esek Dusun Samaleak. Petugas juga melakukan penyisiran di wilayah Cerme. Hasilnya, empat wanita pemandu lagu juga ikut diamankan.
Baca Juga : Satpol PP Gresik Bakal Bubarkan Pedagang Hewan Kurban Pinggir Jalan
“Empat wanita pemandu lagu itu kita jaring di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme. Selanjutnya kita kumpulkan dengan para wanita yang sudah terjaring duluan. Mereka akan kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan,” terangnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah