RADAR GRESIK – Momentum peringatan Hari Kartini menjadi refleksi mendalam bagi Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik untuk terus memperkuat peran perempuan di ranah publik.
Sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang bergerak di berbagai lini, 'Aisyiyah Gresik menilai bahwa nilai-nilai emansipasi yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini telah bertransformasi menjadi gerakan pemberdayaan yang nyata dan terorganisasi.
Ketua PDA Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa sosok Kartini bukan sekadar simbol busana kebaya, melainkan representasi kecerdasan dan keberanian dalam mendobrak keterbatasan.
Baca Juga: Dedikasi Menebar Manfaat, 'Aisyiyah Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Bergengsi dari Radar Surabaya
Menurutnya, 'Aisyiyah hadir untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut melalui bingkai Islam berkemajuan. Dalam visi ini, perempuan memiliki hak setara untuk mengakses pendidikan tinggi dan berkontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kami di 'Aisyiyah Gresik, semangat Kartini hari ini mewujud dalam gerakan dakwah yang mencerdaskan. Kami ingin memastikan bahwa perempuan di Gresik tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi aktor utama yang mandiri secara ekonomi, matang secara intelektual, dan kokoh secara spiritual,” ujar Innik Hikmatin.
Menghadapi era modern, PDA Gresik telah menyiapkan berbagai program strategis untuk membekali anggotanya. Program-program tersebut mencakup ketahanan keluarga melalui Qoryah Thayyibah, pencegahan perkawinan usia dini, eliminasi TBC, hingga gerakan sosial seperti Layanan kifayah (perawatan jenazah), GANTARI (Gerakan Cinta Anak Tanpa Diskriminasi), PAUD Inklusif, Tarbiyatul Mar'ah 'Aisyiyah (TMA) yang merupakan program pendidikan unggulan dari ‘Aisyiyah yang berfokus pada pembinaan atau sekolah kader perempuan dan GALA (Gerakan 'Aisyiyah Layani Disabilitas).
Selain itu, penguatan ekonomi juga dilakukan melalui Sekolah Wirausaha 'Aisyiyah (SWA) serta penanganan isu kesehatan seperti pencegahan stunting.
Sebagai implementasi nyata dari semangat tersebut, PDA Gresik melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan menggelar bimbingan perkawinan bertajuk “Merajut Cinta Dalam Ridlo Ilahi” pada hari Minggu (Ahad, 19/04). Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, acara ini dihadiri oleh 103 perempuan muda dari berbagai unsur, mulai dari Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA), Nasyiatul Aisyiyah, hingga IMMawati.
“Pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup manusia yang bermula sejak ucapan ijab kabul yang bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan visi, tanggung jawab, dan kesiapan lahir batin.” ucap Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Gresik, Dra. Khoiriyah.
Baca Juga: Peringati Hari Guru Nasional 2025, TK Aisyiyah 1 Gresik Panen Prestasi Gemilang
Dalam sambutannya, Innik Hikmatin mengajak para peserta untuk meneladani "Dua Cahaya Srikandi", yaitu Nyai Walidah dan R.A. Kartini. Ia menekankan bahwa masa lajang harus dimanfaatkan secara produktif untuk menimba ilmu dan mematangkan mental.
“Jodoh adalah rahasia Allah, namun ikhtiar manusia tidak boleh terputus. Selagi menanti, teruslah menjadi perempuan hebat yang bermanfaat bagi sesama,” tutur Innik.
Kegiatan ini turut menghadirkan para pakar di bidangnya. Dra. Faridah Muwafiq membedah konsep keluarga sakinah berdasarkan fondasi iman dan komunikasi yang sehat. Dari sisi medis, dr. Yuliana Arisanti, Sp.OG., memberikan edukasi mendalam mengenai kesehatan reproduksi sebagai modal awal memasuki jenjang pernikahan.
Tidak ketinggalan, hadir pula Jafar M. Naser, S.HI., M.H., selaku Hakim Pengadilan Agama Gresik Kelas 1A, memaparkan materi mendalam mengenai pencegahan perceraian. Sesi ini diharapkan menjadi momen reflektif untuk membedah berbagai fakta di lapangan terkait pemicu keretakan rumah tangga, mulai dari buruknya komunikasi dan guncangan ekonomi, hingga ketidaksiapan mental yang kerap menjadi "bom waktu" dalam pernikahan.
"Penting bagi pasangan untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap konflik. Menjaga komitmen awal adalah kunci utama agar ego masing-masing individu tidak menghancurkan bangunan rumah tangga yang telah susah payah ditegakkan," papar Jafar.
Melalui bimbingan ini, 'Aisyiyah Gresik membuktikan komitmennya dalam membentengi ketahanan keluarga. Dengan bekal spiritual, mental, dan pengetahuan medis yang memadai, para perempuan muda di Gresik diharapkan mampu menyongsong masa depan sebagai "Kartini Masa Kini" yang mampu mengguncang dunia melalui pendidikan dan pengabdian yang tulus.
Baca Juga: Milad ke-108 ‘Aisyiyah, PDA Gresik Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan Perempuan Desa
“Langkah strategis ini selaras dengan esensi yang terkandung dalam Surat Al-Baqarah ayat 257, yakni upaya membawa jiwa-jiwa dari kegelapan kebodohan menuju terangnya ilmu pengetahuan (minazh-zhulumati ilan-nur), sebagaimana inspirasi yang dahulu dipetik oleh RA Kartini. Dengan landasan tauhid yang kokoh dan wawasan yang luas, para perempuan muda di Gresik diharapkan mampu menjadi sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara iman, sehingga mampu membawa kemaslahatan bagi sesama,” pungkas Innik. (nov/han)
Editor : Hany Akasah