RADAR GRESIK – Aksi kemanusiaan lintas wilayah ditunjukkan oleh sosok polisi inspiratif yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial, Ipda Purnomo.
Pria yang akrab disapa Purnomo 'Polisi Baik' ini menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta warga terlantar.
Komitmen tersebut ditegaskan Purnomo saat mengunjungi langsung fasilitas shelter (penampungan sementara) milik Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik di Cerme, Jumat (17/7).
Baca Juga: Targetkan Anak Yatim dan Prasejahtera, Dinsos Gresik Kenalkan Sekolah Rakyat Permanen di Sidayu
Dalam kunjungan tersebut, Ipda Purnomo mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Dinsos Gresik karena intensitas koordinasi yang tinggi dalam menyelamatkan warga yang mengalami masalah kesejahteraan sosial.
"Kami selalu berkomunikasi intensif, khususnya dengan Pak Alfi, setiap kali menemukan kasus gangguan sosial di lapangan. Salah satu contoh nyata adalah saat kami menemukan seorang perempuan hamil telantar di Gresik. Pihak Dinsos langsung bergerak cepat menjemput, melakukan tracking asal-usulnya, hingga membiayai seluruh proses persalinan dan kepulangannya," ungkap Purnomo.
Selain itu Ipda Purnomo juga memuji keberadaan shelter Dinsos Gresik yang dinilainya sangat responsif dan sigap dalam mengantisipasi penanganan penyandang masalah sosial. Mengingat letak geografis Gresik yang bersebelahan dengan Lamongan—tempat pondok rehabilitasi milik Purnomo berada—sinergi ini berjalan sangat efektif dalam waktu singkat.
Baca Juga: Dinsos Gresik Bebaskan Dua Warga dari Pasungan, Langsung Dirujuk ke RS Menur Surabaya
"Beberapa kali ada warga Gresik yang datang ke tempat saya dengan berbagai permasalahannya. Saya bersedia membantu selama asal-usulnya jelas. Hebatnya, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah koordinasi, pihak Dinsos Gresik langsung datang menjemput. Saya rasa langkah cepat Pemkab Gresik dengan memiliki shelter ini layak menjadi percontohan bagi daerah lain," puji Purnomo yang juga membuka pintu pondoknya lebar-lebar bagi lansia atau ODGJ yang membutuhkan perawatan.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Gresik, Alfi Ariyanto, memaparkan alur pelayanan standardisasi yang diterapkan Pemkab Gresik dalam menangani pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.
"Untuk penanganan ODGJ terlantar, langkah awal yang kami lakukan adalah merujuk mereka ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) guna mendapatkan penanganan medis. Setelah kondisi psikologisnya stabil, mereka akan ditempatkan di shelter ini untuk menjalani proses asesmen mendalam guna melacak domisili asalnya. Kami kemudian berkoordinasi dengan Dinsos wilayah asal untuk proses pemulangan," terang Alfi.
Baca Juga: Ringankan Beban Korban Bencana, Dinsos Gresik Salurkan Bansos Respon Cepat
Sedangkan untuk kategori lansia telantar, Alfi menambahkan bahwa Dinsos Gresik menerapkan SOP khusus dengan terlebih dahulu membawa mereka ke rumah sakit umum guna memastikan dan memulihkan kondisi fisiknya. Setelah dinyatakan sehat secara medis, para lansia tersebut baru akan difasilitasi untuk dirawat di panti jompo yang sesuai. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik