RADAR GRESIK – Dua peristiwa kebakaran hebat melanda wilayah Kabupaten Gresik dalam rentang waktu kurang dari tiga jam pada Kamis (16/7) dini hari.
Kebakaran pertama menghanguskan sebuah lapak nasi goreng di Jalan Proklamasi, Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik, sedangkan insiden kedua melanda rumah warga di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam dua kejadian tersebut.
Perwira Piket Damkarla Gresik, Sugiono, menjelaskan bahwa laporan kebakaran pertama yang membakar lapak nasi goreng masuk ke pusat panggilan reguler pada pukul 01.34 WIB.
Baca Juga: Sembunyi di Warung Kopi, Ular Sanca di Kedanyang Dievakuasi Damkarla Gresik
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sukron, seorang warga yang kebetulan melintas di area tersebut dan melihat kobaran api membubung tinggi dari dalam lapak.
"Personel Damkar Pos Kota langsung diberangkatkan pada pukul 01.36 WIB dan tiba di lokasi empat menit kemudian. Petugas bergerak cepat melakukan lokalisasi api sehingga berhasil dikendalikan secara total pada pukul 02.28 WIB," ujar Sugiono, Kamis (16/7).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, insiden kebakaran lapak tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting arus pendek listrik.
Saat kejadian, pemilik lapak tidak berada di lokasi, sehingga estimasi kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan pihak berwenang. Penanganan ini juga melibatkan petugas PLN guna mengamankan jaringan kelistrikan sekitar.
Belum mereda ketegangan petugas, beberapa jam berselang amukan si jago merah kembali dilaporkan melanda sebuah rumah tinggal milik Iis di Desa Kemangi, RT 05 RW 03, Kecamatan Bungah. Laporan resmi diterima petugas pada pukul 04.06 WIB, dan personel dari Pos Damkar Dukun langsung diterjunkan dua menit setelahnya.
"Petugas tiba di lokasi pada pukul 04.27 WIB. Proses pemadaman serta pembasahan area dapur rumah tersebut berjalan intensif hingga operasi dinyatakan selesai total pada pukul 05.15 WIB," jelas Sugiono.
Menurut keterangan dari pemilik rumah, kronologi kejadian bermula saat dirinya hendak beraktivitas menuju kamar mandi.
Saat melintasi area belakang, ia dikejutkan dengan kondisi dapur yang sudah dipenuhi berkas kobaran api besar. Sadar akan potensi bahaya, ia langsung berinisiatif menghubungi call center Damkarla Gresik.
Untuk menjinakkan api di lokasi kedua, petugas menyiagakan satu unit mobil pemadam semprot disokong satu unit mobil water supply. Pasca-pemadaman, area terdampak langsung diperiksa melalui prosedur size up guna memastikan kondisi lingkungan kembali aman dan kondusif.
Baca Juga: Resahkan Warga Randuagung, Damkarla Gresik Evakuasi Ular Piton di Lahan Kosong
"Akibat bencana kebakaran rumah di Bungah ini, kerugian material yang diderita korban ditaksir mencapai kisaran Rp 10 juta. Sementara untuk penyebab pasti titik apinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Berdasarkan data berkala yang dihimpun dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, intensitas kebakaran musiman tergolong cukup fluktuatif. Tercatat hingga 16 Juli 2026 ini, akumulasi insiden di wilayah Gresik telah mencapai 28 kejadian kebakaran serta 55 operasi penyelamatan (rescue). (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik