RADAR GRESIK – Insiden maut akibat penggunaan jebakan tikus beraliran listrik kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Gresik. Seorang petani lanjut usia bernama Mu’amat (64), warga Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya pada Sabtu (4/4) pagi.
Korban diduga kuat tersengat aliran listrik dari kawat jebakan tikus yang ia pasang sendiri untuk menghalau hama di sawahnya.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh menantu korban, M. Haris (37). Sekitar pukul 06.00 WIB, saksi pergi ke sawah untuk mencari keberadaan mertuanya.
Baca Juga: Gagal Taklukkan Tikungan Waduk Kedamean Gresik, Pengendara Motor Asal Sidoarjo Terkapar
Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati korban sudah dalam kondisi kaku dan tidak bernyawa.
Kapolsek Dukun, AKP Slamet Priyono, menjelaskan bahwa saat ditemukan, posisi tangan korban masih menempel pada kawat yang dialiri arus listrik.
“Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera menghubungi perangkat desa untuk membantu proses evakuasi dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Dukun,” ujar AKP Slamet Priyono, Minggu (5/4).
Baca Juga: Wisata Mangrove Hijau Daun Bawean: Pesona Konservasi 70 Hektar yang Memikat Ribuan Wisatawan
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Dukun bersama tim medis dari Puskesmas Mentaras langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh tenaga medis, dinyatakan bahwa korban murni meninggal dunia akibat sengatan listrik.
"Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal akibat tersengat listrik dari jebakan tikus yang dipasang sendiri," tambah Kapolsek.
Baca Juga: Nekat Beraksi Pagi Buta, Maling Motor di Balongpanggang Gresik Pasrah Diringkus Warga
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni.
Mereka menolak dilakukan autopsi dalam dan telah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut di hadapan petugas. Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk segera dimakamkan.
Di akhir keterangannya, AKP Slamet Priyono memberikan imbauan keras kepada para petani di wilayah Dukun dan sekitarnya agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan aliran listrik di area persawahan.
Baca Juga: Bayar PBB Tanpa Ribet di Super Apps BRImo, Dapat Cashback hingga 13 Persen
"Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua. Penggunaan listrik di area terbuka sangat berisiko tinggi. Kami harap masyarakat mencari alternatif lain dalam pembasmian hama guna menghindari kejadian serupa yang merenggut nyawa," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah