RADAR GRESIK – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan Sungai Kali Lamong kembali meluap. Akibatnya, sejumlah desa di tiga kecamatan di wilayah Gresik Selatan terendam banjir sejak Sabtu (10/1).
Banjir ini melumpuhkan akses jalan raya, merendam fasilitas umum, serta menggenangi ratusan hektare lahan pertanian warga.
Kejadian ini merupakan kali kedua dalam waktu singkat, setelah sebelumnya wilayah yang sama sempat terendam banjir serupa pada akhir Desember lalu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengungkapkan bahwa banjir luapan ini mulai masuk ke pemukiman sejak Jumat (9/1) malam.
Namun, debit air mengalami kenaikan signifikan pada Sabtu pagi seiring kiriman air dari wilayah hulu seperti Lamongan.
Berdasarkan data BPBD Gresik, berikut adalah rincian wilayah terdampak:
- Kecamatan Balongpanggang: Meliputi Desa Wotansari, Banjar Agung, dan Pucung. Sebanyak 20 rumah warga dan 32 hektare sawah terendam.
- Kecamatan Benjeng: Menjadi wilayah terdampak paling parah dengan enam desa tergenang, yakni Desa Lundo, Sedapurklagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Munggugianti, dan Bulurejo. Sebanyak 543 rumah, fasilitas ibadah (masjid), sekolah, serta 192 hektare sawah terdampak.
- Kecamatan Cerme: Luapan air mulai menggenangi Desa Gurang Anyar, merendam akses jalan raya, bangunan SDN, dan satu hektare sawah.
“Ketinggian air di lapangan bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga 30 sentimeter di titik-titik terendah,” jelas Sukardi, Minggu (11/1).
Penyebab utama banjir ini adalah meluapnya Sungai Kali Lamong yang tidak mampu menampung debit air kiriman.
“Kemarin wilayah Lamongan hujan deras dan banjir, sehingga alirannya menuju ke hilir, yakni wilayah Gresik ini,” tambah Sukardi.
Fenomena ini menjadi ancaman rutin bagi warga di sepanjang bantaran Kali Lamong.
Sebagaimana diketahui, wilayah ini baru saja bernafas lega setelah banjir serupa surut pada akhir Desember 2025 lalu. Kini, warga kembali harus berjibaku dengan lumpur dan air yang masuk ke dalam rumah.
Hingga saat ini, personel BPBD Kabupaten Gresik terus disiagakan di lokasi terdampak untuk memantau perkembangan debit air serta memberikan bantuan jika diperlukan.
Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu yang berpotensi menambah ketinggian genangan.
Pemerintah daerah juga terus memantau infrastruktur tanggul guna memastikan tidak ada kerusakan yang memperparah kondisi banjir di hilir. (yud/han)
Editor : Hany Akasah