RADAR GRESIK – Curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menyebabkan anak Sungai Kalilamong di Gresik meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat setidaknya lima desa di tiga kecamatan terdampak serius akibat luapan sungai tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan lima desa yang terdampak tersebut meliputi Desa Bringkang, Desa Pranti, dan Desa Beton di Kecamatan Menganti. Kemudian, Desa Gluranploso di Kecamatan Benjeng, serta Desa Glindah di Kecamatan Kedamean.
"Ditambah drainase yang tidak memadai dan meluapnya Kali Cermen di Desa Glindah dan Desa Gluran, sehingga mengakibatkan banjir luapan di beberapa desa dan kecamatan," kata Sukardi.
Sukardi menyampaikan, luapan anak Sungai Kalilamong ini bahkan mengakibatkan jebolnya tanggul sedalam tiga meter di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng.
Luapan sungai di wilayah ini menggenangi jalan lingkungan, rumah, fasilitas umum, hingga persawahan mencapai 100 hektar.
Jebolnya tanggul juga terpantau di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean. Di sana, sejumlah ruas jalan lingkungan dan persawahan sekitar 70 hektar tergenang banjir.
Sementara itu, di tiga desa terdampak di Kecamatan Menganti, genangan banjir mencapai setinggi 30 sentimeter di sejumlah ruas jalan lingkungan dan poros desa. Selain itu, banjir merendam sekitar 140 hektar persawahan dan masuk ke 70 rumah warga.
Sukardi menyebut, tren luapan banjir sungai ini sudah terpantau menurun. "Kita akan terus monitoring dan perkembangan banjir," pungkasnya, menegaskan bahwa tim BPBD akan terus memantau situasi di lokasi terdampak. (yud/han)
Editor : Hany Akasah