RADAR GRESIK - SDIT Al Ibrah kembali menancapkan taringnya di panggung pendidikan nasional. Sekolah Islam terpadu ini sukses membawa pulang penghargaan bergengsi sebagai Sekolah Dedikasi Literasi Nasional dalam ajang Festival Literasi Nasional (FLN) 2026.
Perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Nyalanesia tersebut digelar terpusat di Solo Paragon Hotel & Residence, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat–Sabtu (22–23/5/2026).
Mengusung tema besar “10 Tahun Bergerak Terbitkan Dampak”, FLN 2026 menjadi momentum istimewa karena menandai satu dekade perjalanan Nyalanesia dalam mengawal dan menghidupkan api budaya literasi di seantero nusantara.
Rangkaian simposium literasi ini dibuka secara khidmat pada Jumat malam (22/5) di Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta. Forum tersebut mempertemukan ratusan pegiat pendidikan, pimpinan kepala daerah, komunitas literasi, serta pemerhati pendidikan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh nasional sekaligus Advisor Nyalanesia, Helmy Yahya, membakar semangat para peserta lewat pidato kebudayaannya tentang korelasi literasi dan pengentasan kemiskinan struktural.
Baca Juga: Srikandi SMPIT Al Ibrah Gresik Sabet Gold Medal dan Special Award di Ajang Internasional GYIIF 2026
“Orang miskin akan tetap miskin jika tidak mau bekerja keras, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berusaha lebih keras dari orang pada umumnya. Prestasi tertinggi hanya dapat diraih melalui kegigihan untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik,” tegas Helmy.
Senada dengan Helmy, Founder Nyalanesia, Lenang Manggala, mengingatkan bahwa esensi dari pejuang literasi adalah mereka yang bergerak melampaui batasan ruang, biaya, maupun waktu demi menyalakan lentera pengetahuan di daerah.
Sesi festival semakin berbobot dengan digelarnya Talkshow Literasi bersama Duta Baca Indonesia, Gol A Gong. Penulis kawakan ini membedah anatomi ekosistem membaca di Indonesia yang wajib ditopang oleh tiga pilar utama.
Tiga pilar fondasi budaya membaca & menulis diantaranya literasi keluarga sebagai ruang pertama anak mengenal kedalaman bahasa, literasi sekolah menjadi laboratorium akademik pengasahan nalar kritis siswa, dan literasi masyarakat sebagai ruang publik penyedia fasilitas baca yang inklusif.
Puncak penganugerahan yang berlangsung pada Sabtu (23/5) menjadi momen emosional bagi delegasi SDIT Al Ibrah. Sekolah ini tidak hanya dinobatkan sebagai institusi yang berdedikasi tinggi terhadap literasi nasional, namun salah satu gurunya, Sri Narti, juga sukses menembus jajaran 100 Penulis Terbaik Nasional pada kategori Cerita Pengalaman Pribadi.
Kepala SDIT Al Ibrah, Janan, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya saat menerima langsung trofi penghargaan di atas panggung kehormatan.
“Alhamdulillah, penghargaan nasional ini adalah kebahagiaan sekaligus amanah besar bagi kami. Ada rasa haru yang mendalam karena perjuangan seluruh warga sekolah dalam menumbuhkan kecintaan pada buku akhirnya mendapat pengakuan resmi di tingkat nasional,” ujar Janan takzim.
Janan menegaskan bahwa prestasi makro ini merupakan buah manis dari kerja kolaboratif yang solid antara jajaran guru, semangat para siswa, serta dukungan penuh dari wali murid.
“Kami berharap rekognisi ini menjadi bahan bakar motivasi baru untuk terus mengembangkan ekosistem literasi yang lebih kuat di sekolah. Goal besar kami adalah melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis serta mampu memberikan kontribusi riil bagi dunia pendidikan Indonesia,” tambahnya optimistis.
Rangkaian FLN 2026 tersebut secara resmi ditutup lewat sesi NyalaTalk yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang sekaligus menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap gerakan pembelajar yang unggul dan berkarakter di era digital. (rir/han)
Editor : Hany Akasah