Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Wujudkan Madrasah Riset, Puluhan Inovasi Gen-Z MTs NU Trate Gresik Meriahkan Lomba Inovasi 2026

Riri Masfardian • Rabu, 4 Februari 2026 | 21:08 WIB
HEBAT : Salah satu tim siswa MTs NU Trate mempresentasikan inovasi mereka dihadapan para juri.
HEBAT : Salah satu tim siswa MTs NU Trate mempresentasikan inovasi mereka dihadapan para juri.

RADAR GRESIK – MTs NU Trate Gresik sukses menggelar ajang bergengsi Lomba Inivasi MTs NU Trate 2026 bertajuk "Dari Ide Menjadi Karya: Inovasi Murid MTs NU Trate Gresik untuk Masyarakat dan Lingkungan" pada Selasa (3/2). 

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam dunia riset dan teknologi tepat guna.

Sebanyak 26 tim tim yang terdiri dari 72 siswa mewakili 14 kelas turut ambil bagian dalam pameran ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ajang kali ini merupakan kali pertama digelar dengan mewajibkan setiap kelas mengirimkan perwakilannya. 

Hal ini bertujuan agar semangat berinovasi tidak hanya didominasi oleh siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), tetapi merata ke seluruh siswa.

Ketua Pelaksana, M. Faiq, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya sekolah dalam memperkuat identitas sebagai madrasah riset.

"Sebagai madrasah riset, jiwa inovasi di siswa sudah menjadi budaya sehingga butuh wadah dan sarana mengeksplorasi. Dengan adanya kegiatan ini, kreativitas dan inovasi siswa dalam bidang riset menjadi lebih terbuka luas, tidak terbatas pada anak KIR saja," ungkap M. Faiq.

Keunikan ajang ini terlihat dari keberagaman produk yang dipamerkan. Para siswa memanfaatkan limbah organik di sekitar mereka menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Di sektor pangan, pengunjung disuguhi inovasi unik seperti dimsum dengan kulit buah naga dan jeruk, brownies kulit kelengkeng, keripik biji nangka, hingga mie instan dari tepung ubi putih.

Selain itu, sektor minuman kesehatan juga diramaikan dengan teh bunga bougenville dan minuman fermentasi dari kulit nanas.

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah edible packaging atau kemasan bumbu mie instan yang bisa dimakan, karya Aulia Raie Perdana dari kelas 9C.

Inovasi ramah lingkungan ini memanfaatkan gelatin yang dapat larut dalam air panas dalam waktu singkat.

"Harapannya semoga ke depannya bisa memudahkan makan mie tanpa repot dan bisa mengurangi sampah plastik. Pembuatannya cukup singkat, hanya butuh sehari untuk mengeringkan gelatin dan bisa langsung dipres setelah kering," ujar Aulia usai mempresentasikan karyanya di hadapan juri.

Selain produk pangan, siswa juga menciptakan inovasi non-pangan seperti sunscreen dari ekstrak biji palm putri yang diambil dari halaman sekolah, lilin aromaterapi, briket ampas tebu, hingga spray anti hama alami dari campuran kopi dan bawang putih.

Seluruh karya ini dinilai berdasarkan estetika stan dan kualitas presentasi, dengan bobot penilaian terbesar pada kemampuan siswa menjelaskan riset mereka.

Kepala MTs NU Trate Gresik, Ni'ayatul Mas'unah, S.Psi., menyatakan rasa bangganya atas antusiasme siswa yang telah melakukan persiapan selama dua bulan penuh. Menurutnya, pemanfaatan limbah sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti kulit buah menjadi bukti nyata kecerdasan siswa dalam membaca peluang.

"Banyak ide cemerlang dari siswa mengenai riset, bahkan mereka memanfaatkan sisa limbah seperti kulit buah. Ini membuktikan bahwa kita benar-benar madrasah riset. Harapannya, mereka bisa menjadi generasi penerus dan karya ini menjadi referensi untuk mengikuti lomba-lomba di tingkat yang lebih tinggi," tutur Ni'ayatul Mas'unah.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dari masing-masing angkatan yang berhak mendapatkan trofi dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam berkarya. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
#Riset #Siswa #gresik #mts NU Trate #Madrasah #Inovasi