RADAR GRESIK – Tradisi literasi yang kuat di SMP YIMI Gresik kembali membuahkan hasil membanggakan. Dua siswi berprestasi, Manara Sabreen Nugroho (Kelas 9) dan Mutiara Ainun Kamila Rohman (Kelas 8), sukses menorehkan prestasi dalam Lomba Menulis Cerpen Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Cahaya Pena.
Proses lomba diawali dengan penulisan di sekolah dan berlanjut ke penyetoran secara online, hingga akhirnya terpilih 15 besar tingkat SMP yang diumumkan langsung di Gresmall.
Manara Sabreen Nugroho berhasil meraih Juara I melalui cerpennya yang berjudul "Dunia yang Tak Pernah Hilang". Cerita ini mengisahkan Riva dan perjuangannya bersama sang ayah dalam menggapai dunia impian, di mana Riva kemudian menyadari melalui lukisan bahwa dunia yang diimpikannya tidak benar-benar hilang meski telah kehilangan ayahnya.
"Saya menyukai menulis fiksi sejak kelas 7, dalam penulisan membutuhkan waktu hingga revisi cerpen dari 800 kata menjadi 1000 kata. Memang sempat merasa stres, setelah mencari referensi cerita dan alur dari novel-novel terbaik," pungkasnya.
Sementara itu, Mutiara Ainun Kamila Rohman sukses menjadi Finalis Top 10. Cerpen Mutiara mengulas kisah Nala, anak berusia tujuh tahun yang berimajinasi tentang dunia kerajaan di dalam lemarinya, di mana Nala bertindak sebagai tuan putri yang menyelesaikan berbagai masalah.
"Dulu sering membuat komik sejak usia 7 tahun. Saat membuat cerpen saya membutuhkan waktu hingga lima jam untuk menyalin dan memperbaiki tulisannya. Proses mencari ide menjadi bagian yang paling banyak memakan waktu," kata Mutiara.
Kedua finalis ini mengakui bahwa kebiasaan lomba literasi yang rutin diadakan sekolah menjadi kunci pengantar prestasi. Di SMP YIMI, mereka menerima bimbingan intensif tentang cara menulis cerpen dengan didampingi guru-guru terbaik.
Sementara itu Kepala SMP YIMI Gresik, Ainun Naim, menegaskan komitmen sekolah dalam meningkatkan literasi.
"Setiap tahun, kami mengadakan lomba literasi internal di mana siswa diminta menghasilkan satu karya tulis berupa puisi atau cerpen, yang kemudian akan dibukukan. Ini adalah sarana melatih siswa untuk berpikir kritis dan menciptakan karya," tuturnya.
Buku karya siswa ini kemudian dibagikan kepada seluruh siswa dan instansi terkait.
Manara dan Mutiara berharap pengalaman berharga ini menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan bakat menulis mereka demi meraih pengalaman dan prestasi lainnya di masa depan. Manara juga berpesan kepada teman-temannya agar berani mengulik potensi diri untuk mencapai kesuksesan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah