RADAR GRESIK – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia memperkenalkan program Sekolah Garuda sebagai langkah strategis untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas dan inkubator talenta unggul di seluruh Indonesia.
Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikembangkan dalam dua skema utama.
Yaitu Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Pemerintah menargetkan total 100 sekolah (80 Transformasi dan 20 Baru) menjadi bagian dari program ini hingga tahun 2029, menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan pendidikan, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Skema pertama adalah Sekolah Garuda Baru, yang merupakan sekolah yang dibangun dari awal di daerah yang masih memiliki ketimpangan pendidikan tinggi. Pada tahun 2025, ditargetkan ada 4 lokasi Sekolah Garuda Baru, dengan target total mencapai 20 lokasi hingga tahun 2029.
Skema kedua adalah Sekolah Garuda Transformasi, yaitu sekolah unggul yang sudah ada dan ditingkatkan kualitasnya melalui pembinaan terstruktur. Untuk skema ini, pemerintah menargetkan 12 lokasi pada tahun 2025 dan target total mencapai 80 lokasi hingga tahun 2029.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan total 100 Sekolah Garuda hingga tahun 2029 demi inkubasi talenta unggul dan pemerataan pendidikan nasional.
Pada tahun 2025, total 16 Sekolah Garuda diluncurkan. Dua belas lokasi Sekolah Garuda Transformasi tersebar dari Aceh hingga Papua Barat Daya, termasuk SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), hingga SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).
Sementara itu, empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru berada di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Bulungan, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kriteria komprehensif seperti status lahan, kesesuaian RTRW, dan dukungan Pemerintah Daerah (akses jalan, listrik, air, dan hibah lahan).
Untuk menjamin keberlanjutan program dan beasiswa penuh bagi sebagian besar siswa, Kemdiktisaintek mengandalkan strategi pembiayaan melalui Dana Abadi. Total kebutuhan beasiswa tahunan untuk program ini diproyeksikan mencapai Rp 1,415 triliun.
Sekolah Garuda mengusung konsep Sekolah Menengah Atas (SMA) berasrama yang mengintegrasikan kebijakan Merdeka Belajar dan transformasi digital. Kurikulumnya menekankan pada pengembangan karakter, kolaborasi global, dan pembelajaran adaptif.
Tiga Pilar Fondasi SMA Garuda meliputi penyeimbang yaitu pemerataan kesempatan untuk berprestasi, inkubator pemimpin menelankan pembentukan karakter kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045, serta akademik dan pengabdian masyarakat yakni pendidikan berkualitas tinggi dan pembinaan jiwa pelayanan.
Kurikulumnya diperkaya dengan empat komponen utama, termasuk Kurikulum Pengayaan Global dan Kurikulum Penguatan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEAM), serta Pengembangan Karakter Peserta Didik di Sekolah Berasrama. (ale/han)
Editor : Hany Akasah