RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) kembali menorehkan prestasi gemilang melalui sidang senat terbuka wisuda ke XI tahun 2025. Acara yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Semen Gresik, Muhammad Supriyadi, selaku Ketua Senat ini diselenggarakan pada hari Sabtu (13/09) di Ballroom Aston Hotel Gresik.
Sebanyak 228 wisudawan, terdiri dari 116 laki-laki dan 112 perempuan, telah resmi menyandang gelar sarjana dari sepuluh program studi.
Wakil Rektor I UISI Bidang Tri Dharma, Prof. Dr. Fahima Martak, M.S.I., menyampaikan bahwa secara keseluruhan, wisudawan menunjukkan performa akademik yang luar biasa. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata mencapai 3,6, dengan rata-rata lama studi 8,3 semester. Mayoritas wisudawan berhasil lulus tepat waktu.
"Sebanyak 59% atau 135 wisudawan berhasil meraih predikat dengan pujian (cum laude), Pencapaian ini tidak lepas dari partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan, termasuk puluhan wisudawan yang telah mengikuti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB)." jelas Prof. Fahima
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keberhasilan ini juga tercermin dari 38% atau 86 wisudawan yang sudah bekerja atau berwirausaha bahkan sebelum diwisuda. Hal ini menunjukkan relevansi kurikulum UISI dengan kebutuhan dunia kerja.
Rektor UISI, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA., CBV juga menyampaikan pidato yang menginspirasi dengan menyoroti pentingnya 11 kompetensi yang harus dimiliki lulusan, yaitu kreativitas, kepemimpinan (leadership), keterampilan sosial (social skills), orisinalitas (authenticity), inovasi, penguasaan dan pemantauan teknologi (technology use and monitoring), kemampuan pemrograman (programming), keterampilan analitis dan kritis (analytical and critical skills), pengambilan keputusan (complex decision-making) serta kemampuan belajar (ability to learn).
"Program kompetensi ini menjadi salah satu cara UISI untuk menciptakan perbedaan dengan perguruan tinggi lain, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan akan menentukan kegiatan-kegiatan untuk penguatan 11 kompetensi tersebut. Kami akan menyiapkan para wisudawan secara paripurna, sesempurna mungkin, sehingga menghasilkan lulusan UISI yang berkualitas. Sesuai dengan namanya, yaitu internasional, lulusan kami tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga internasional. 'Small is beautiful, big is powerful'." ungkap Dr. Eka Ananta Sidharta.
- Genevieve Judson-Jourdain, Public Affairs Officer Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para wisudawan. Menurutnya, hari wisuda adalah momen untuk merenungkan kerja keras dan ketekunan yang telah membawa mereka ke titik ini, sekaligus menatap masa depan, menghadapi tantangan, dan memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat.
"Pendidikan memiliki kekuatan transformatif dan berperan sebagai jembatan yang menghubungkan manusia, ide, dan bangsa, serta mendorong inovasi untuk menghadapi tantangan global, kemitraan yang terjalin antara UISI dan Konsulat Jenderal AS adalah bukti nyata kolaborasi yang memperkuat hubungan bilateral dan menciptakan peluang pertumbuhan melalui pertukaran akademik. Saya berharap para wisudawan, sebagai pemimpin dan agen perubahan masa depan, dapat terus memegang teguh nilai-nilai seperti rasa ingin tahu dan ketangguhan untuk memberikan dampak positif." jelas Genevieve.
Acara wisuda dilanjutkan dengan simbolis pemindahan tali toga dari kiri ke kanan. Rektor UISI menjelaskan makna di balik ritual ini.
"Itu menandakan bahwa selama studi, kalian lebih banyak menggunakan logika dan analisis. Sejak hari ini, yang terpenting adalah menyeimbangkan logika dengan hati nurani," kata Dr. Eka Ananta Sidharta. Hal ini menggarisbawahi komitmen UISI untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beretika dan memiliki empati.
Baca Juga: Melesat Lebih Jauh, Tim Rendezvous UISI Sapu Bersih Juara MERMC 2024 Nasional hingga Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ing. Herman Sasongko hadir sebagai motivator dan menekankan pentingnya kolaborasi serta peran wisudawan sebagai agen perubahan yang memegang tanggung jawab besar.
"Kalian para wisudawan adalah Indonesia di masa depan. Kalian bertanggung jawab dan mengemban amanah ini. Semoga kita semua bisa ikut mengubah pertumbuhan ekonomi di negara kita ke arah yang lebih baik," tegas Prof. Herman Sasongko.
Selain itu, Prof. Herman juga menyinggung pentingnya mengikuti pelatihan yang relevan, seperti yang disampaikan oleh Rektor UISI, Dr. Eka Ananta, untuk membuka kesempatan baru demi masa depan UISI yang lebih baik.
Wisudawan terbaik Khofifah Azhary (asal Medan), Muhammad Azkal Athar Betmal (asal Sulawesi Selatan), dan Alya Nur Sabrina (asal Jakarta) sepakat bahwa wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Mereka memandang momen ini sebagai awal untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat demi membantu masyarakat, meskipun harus dimulai dengan langkah-langkah kecil.
"Dengan kualitas dosen yang sangat berkualitas dan lulusan luar negeri, saya merasa hardskill saya sangat ditempa. Banyak ilmu yang saya serap dari para dosen," tutur Muhammad Azkal Athar Betmal Wisudawan penerima beasiswa Aperti BUMN yang kini telah bekerja di PT Semen Indonesia. (nov/han)
Berikut Nama Wisudawan terbaik :
Prodi Manajemen : Annisa Kharisma Putri, SM dengan IPK 3,93
Prodi Akuntansi : Aprillia Ragil Windi Kartika,S.Ak.CFTR dengan IPK 3,98
Prodi Ekonomi Syariah : Adriana Rahma Ula, SE dengan IPK 3,87
Prodi Manajemen Rekayasa : Muhammad Puji Sampurno, ST dengan IPK 3,83
Prodi Teknik Logistik : Firsya Shihabuddin, ST dengan IPK 3,71
Prodi Teknik Kimia : I Putu Febri Arya Wijaya, ST dengan IPK 3,92
Prodi Teknologi Industri Pertanian : Khofifah Azhary,S.T.P dengan IPK 3,76
Prodi Informatika : Muhammad Azkal Athar Betmal,S.Kom dengan IPK 3,84
Prodi Sistem Informasi : Uston Nawawi Christanto,S.Kom dengan IPK 3,86
Prodi Desain Komunikasi Visual :Alya Nur Sabrina,S.Ds dengan IPK 3,9
Editor : Hany Akasah