RADAR GRESIK - Di saat banyak daerah lain meliburkan kegiatan pendidikan akibat situasi yang kurang kondusif, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik memilih untuk tetap mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen menjaga kondusivitas dan keamanan wilayah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dispendik Gresik, Dr. S. Hariyanto, yang menyebut bahwa kegiatan di sekolah akan tetap berjalan normal, Senin (1/9).
"Untuk memastikan kegiatan pendidikan berjalan lancar dan aman, kami menghimbau sekolah untuk menjaga rutinitas pembelajaran agar tidak terganggu oleh situasi di luar," ungkapnya.
Bahkan pada pagi ini, seluruh lembaga pendidikan diimbau untuk menggelar doa bersama guna mendoakan keamanan dan kedamaian. Nampak beberapa sekolah telah mengadakan doa bersama untuk keselamatan bangsa
"Kami juga mengimbau kepada para staf dan tenaga didik agar tetap optimal memberikan pelayanan dan beretika di media sosial. Pegawai dispendik juga tetap memberikan pelayanan terbaik dan menjaga etika, terutama dalam berinteraksi di media sosial, untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak benar,"ujarnya.
Selain itu Hariyanto juga berharap semua pihak mampu menahan diri untuk tidak mengambil tindakan atau membuat kebijakan yang bisa memicu reaksi negatif dari masyarakat.
"Selain itu juga, lembaga pendidikan diharaokan tidak menggelar kegiatan di luar kota. Semua kegiatan yang bersifat massal dan dilakukan di luar kota disarankan untuk ditunda sampai kondisi kembali kondusif," pungkasnya.
Melalui himbauan ini, Dispendik Gresik berharap sektor pendidikan di wilayahnya tetap berjalan normal dan aman, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga ketenangan di tengah gejolak.
Berbeda dengan lembaga Dispendik Gresik, SMA dan SMK di Gresik sementara menggelar pembelajaran secara daring. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, sesuai Nota Dinas Nomor 800/5171/101.1/2025, seluruh cabang dinas diminta mengambil langkah strategis dalam melindungi peserta didik. Rakor terbatas telah digelar bersama 24 kepala cabang dinas serta Ketua MKKS SMA/SMK Negeri dan Swasta pada Minggu (31/8).
Aries merinci, di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, pelaksanaan ujian formatif dilakukan daring dari rumah dengan pengawasan wali kelas dan orang tua.
Sementara di Kota Malang, beberapa sekolah di kawasan Tugu dan sekolah kompleks melaksanakan ujian daring karena adanya informasi aksi di sekitar gedung DPRD Kota Malang. Adapun sekolah lain tetap melaksanakan ujian luring dengan pengawasan ketat.
“Kami berharap kepala sekolah, guru, dan wali kelas betul-betul mengawasi agar siswa tidak keluar sekolah di jam pelajaran. Termasuk orang tua agar mengingatkan putra-putrinya supaya tidak terlibat aksi yang berpotensi merugikan masa depan mereka,” jelas Aries.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Jawa Timur berkomitmen menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan, pelayanan publik, dan keamanan masyarakat. (rir/han)
Editor : Hany Akasah