RADAR GRESIK – Dalam mewujudkan pendidikan ramah anak, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik berinovasi lewat sekolah ramah anak. Program Sekolah Orang Tua menjadi salah satu inisiatif unggulan yang tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola pengasuhan yang sehat, tetapi terbukti efektif dalam menekan angka kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga.
"Kekerasan terhadap anak sering kali bermula dari kurangnya pemahaman orang tua. Melalui Sekolah Orang Tua, kami memberikan edukasi berkala tentang parenting positif, komunikasi efektif dalam keluarga, dan pengasuhan yang empatik," jelas Kepala Desa Randegansari, Suwari Wibisono, saat sesi penilaian lapangan, Kamis (10/4).
Program ini diselenggarakan secara rutin di balai desa dan sekolah-sekolah, bekerja sama dengan TP PKK, Dinas PMD, serta tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Para orang tua difasilitasi untuk berdiskusi, belajar dari pakar, hingga mendapatkan konseling dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Gresik, Shinta Puspitasari, yang hadir langsung saat proses penilaian akhir, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Randegansari. Menurutnya, program semacam ini menjadi contoh konkret bagaimana pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup dan ketahanan keluarga.
"Desa Randegansari sudah berjalan di jalur yang tepat. Ini bukan hanya tentang lomba, tapi bagaimana membangun desa yang partisipatif, inovatif, dan menjunjung nilai kemanusiaan. Kekerasan anak harus kita lawan bersama," ujarnya.
Randegansari memiliki luas wilayah 600 hektare dan dihuni hampir 8.000 jiwa, tersebar di empat dusun. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya menjadikannya strategis, namun juga menghadirkan tantangan dalam menjaga harmoni sosial dan budaya.
Dengan 80 persen wilayah berupa lahan produktif, Randegansari tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga mengedepankan kesejahteraan keluarga dan masa depan anak-anak melalui pendekatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Desa Randegansari bersaing ketat dengan Desa Dadapkuning (Cerme) dan Desa Tumapel (Duduksampeyan) di tahap akhir. Namun semangat warga, program inovatif, dan kolaborasi antar elemen desa menjadi modal utama mereka.
"Kami bangga bisa menunjukkan bahwa inovasi sosial seperti Sekolah Orang Tua bisa jadi kekuatan desa. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Gresik," pungkas Suwari. (jar/han)
Editor : Hany Akasah