Kepala Dispendik Pemkab Gresik S Hariyanto mengatakan, pekerjaan SMPN 24 dalam APBD 2021 kemarin baru sampai progres 85 persen. Sedangkan waktu surat perintah kerja (SPK) sudah habis. Sehingga, pemborong pekerjaan itu pun dipastikan diberi sanksi.
“Kami memberikan sanksi blacklist karena pekerjaan tidak selesai sesuai,” tegasnya.
Meski tidak bisa diselesaikan tahun 2021, Hariyanto menyebut tidak membiarkan rehab sekolah itu mangkrak. Sisa pekerjaan rehab SMPN 24 itu akan dilanjutkan tahun 2022 ini. “Rencananya akan kami PL (penunjukan langsung) karena nilai pekerjaan tidak besar sehingga tidak perlu lelang,” imbuhnya.
Menurutnya, pekerjaan rehab SMPN 24 itu tinggal menyisakan pekerjaan sedikit. Sebab, progres sudah mencapai 85 persen. Namun sangat disayangkan rekanan tidak mampu menyelesaikan tepat waktu.
Sekedar diketahui, setidaknya 399 sekolah butuh perbaikan. Namun jumlah itu tidak mencakup satu sekolahan. Melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan.
Untuk merampungkan ruang kelas layak itu diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Untuk tahun 2022 ini, Dispendik menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk rehab gedung SD dan SMP. Karena masih banyak, Dispendik memprioritaskan kondisi ruangan yang rusak berat lebih dahulu.
“Kemarin dilakukan pemetaan, namun tetap melalui tahap verifikasi lapangan juga,” pungkasnya. (fir/rof)
Kontraktor yang melakukan rehab SMPN 24 Gresik mendapat sanksi blacklist karena tidak mampu menyelesaikan proyek tepat waktu. Akibatnya saat ini ruang kelas belum bisa ditempati.
Kepala Dispendik Pemkab Gresik S Hariyanto mengatakan, pekerjaan SMPN 24 dalam APBD 2021 kemarin baru sampai progres 85 persen. Sedangkan waktu surat perintah kerja (SPK) sudah habis. Sehingga, pemborong pekerjaan itu pun dipastikan diberi sanksi.
“Kami memberikan sanksi blacklist karena pekerjaan tidak selesai sesuai,” tegasnya.
Meski tidak bisa diselesaikan tahun 2021, Hariyanto menyebut tidak membiarkan rehab sekolah itu mangkrak. Sisa pekerjaan rehab SMPN 24 itu akan dilanjutkan tahun 2022 ini. “Rencananya akan kami PL (penunjukan langsung) karena nilai pekerjaan tidak besar sehingga tidak perlu lelang,” imbuhnya.
Menurutnya, pekerjaan rehab SMPN 24 itu tinggal menyisakan pekerjaan sedikit. Sebab, progres sudah mencapai 85 persen. Namun sangat disayangkan rekanan tidak mampu menyelesaikan tepat waktu.
Sekedar diketahui, setidaknya 399 sekolah butuh perbaikan. Namun jumlah itu tidak mencakup satu sekolahan. Melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan.
Untuk merampungkan ruang kelas layak itu diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Untuk tahun 2022 ini, Dispendik menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk rehab gedung SD dan SMP. Karena masih banyak, Dispendik memprioritaskan kondisi ruangan yang rusak berat lebih dahulu.
“Kemarin dilakukan pemetaan, namun tetap melalui tahap verifikasi lapangan juga,” pungkasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah