alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Siswa SMPN 8 Driyorejo Babak Belur Dikeroyok Kakak Kelas

GRESIK – Aksi pengeroyokan kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini, siswa SMPN 8 Gresik, Kecamatan Driyorejo berinisial MI babak belur setelah dihajar kakak kelasnya. Korban mengalami luka sobek dibagian mata dan memar pada hidung.

Aksi pengeroyokan yang terjadi pada Senin (17/1) pagi sekitar pukul 09.30 tersebut bermula saat korban MI diajak keluar oleh terduga pelaku berinisial A. Korban dibawa ke samping ruang kelas lalu para pelaku yang berjumlah 8 orang melingkarinya. Sempat terjadi adu mulut, lalu salah satu pelaku menendang dan memukul kemudian dikeroyok beramai-ramai.

Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian mata sebelah kiri dan luka memar pada hidung. Bahkan seragam sekolahnya ternodai bercak darah. Atas kejadian tersebut, orang tua MI tidak terima dan langsung melapor ke Unit PPA Polres Gresik sekitar pukul 22.00.

Selasa (18/1), para pelaku dan korban dihadirkan Balai Desa Tenaru. Akan tetapi pertemuan untuk memediasi itu tampaknya menemui jalan buntu. Pihak keluarga korban bersikukuh membawa kasus ini ke ranah hukum.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Happy membenarkan adanya laporan penganiayaan anak di bawah umur yang terjadi di sekolah. “Laporan sudah kami terima,” ujarnya, Selasa (18/1).

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto mengaku telah mengetahui pengeroyokan yang menyebabkan satu pelajar mengalami luka sobek. Dikatakannya, pihak sekolah juga sudah melakukan mediasi. “Kami kirim tim ke sana,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Aksi pengeroyokan kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini, siswa SMPN 8 Gresik, Kecamatan Driyorejo berinisial MI babak belur setelah dihajar kakak kelasnya. Korban mengalami luka sobek dibagian mata dan memar pada hidung.

Aksi pengeroyokan yang terjadi pada Senin (17/1) pagi sekitar pukul 09.30 tersebut bermula saat korban MI diajak keluar oleh terduga pelaku berinisial A. Korban dibawa ke samping ruang kelas lalu para pelaku yang berjumlah 8 orang melingkarinya. Sempat terjadi adu mulut, lalu salah satu pelaku menendang dan memukul kemudian dikeroyok beramai-ramai.

Akibatnya, korban mengalami luka sobek di bagian mata sebelah kiri dan luka memar pada hidung. Bahkan seragam sekolahnya ternodai bercak darah. Atas kejadian tersebut, orang tua MI tidak terima dan langsung melapor ke Unit PPA Polres Gresik sekitar pukul 22.00.

-

Selasa (18/1), para pelaku dan korban dihadirkan Balai Desa Tenaru. Akan tetapi pertemuan untuk memediasi itu tampaknya menemui jalan buntu. Pihak keluarga korban bersikukuh membawa kasus ini ke ranah hukum.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Happy membenarkan adanya laporan penganiayaan anak di bawah umur yang terjadi di sekolah. “Laporan sudah kami terima,” ujarnya, Selasa (18/1).

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto mengaku telah mengetahui pengeroyokan yang menyebabkan satu pelajar mengalami luka sobek. Dikatakannya, pihak sekolah juga sudah melakukan mediasi. “Kami kirim tim ke sana,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/