RADAR GRESIK - Kecintaannya pada dunia pariwisata, membuat Umi Kulsum atau yang lebih akrab dipanggil Bunda Shofi, 47 mendirikan organisasi Astana Mitra Pariwisata (Asmipa). Organisasi tersebut berdiri sejak tahun 2019 dan dalam perkembangannya menjangkau seluruh nusantara.
“Awal pendirian Asmipa dimulai ketika didirikannya rumah makan Shofa prasmanan cabang kedua. Dari sana saya tahu ternyata pelaku pariwisata itu memiliki asosiasi yang keterikatan, mulai dari trafel, rumah makan, pusat oleh-oleh, penginapan, dan tempat wisata,” ujar pemilik Rumah Makan Shofa Prasmana yang berlokasi di Bunder, Gresik itu..
Dari situ muncul ide membentuk Asmipa, dimana dalam perkembangan pariwisatanya guna memudahkan pelaku usaha dan konsumen merilis aplikasi Asmipa Bisnis. Aplikasi tersebut hadir di platform digital dan bisa diunduh melalui playstore.
Baca Juga: Bus Wisata Bandar Grissee Ramai Dicarter Komunitas hingga Kampung Jelajahi Kota Lama Gresik
Berbagai informasi pariwisata dari berbagai lokasi wisata, kuliner, hotel, travel agent, hingga jangkauan nasional hadir dalam aplikasi tersebut. Selain itu juga dilengkapi dengan peringkat dan rangking trafel, dimana setiap trafel memiliki rangking dan jumlah pelayanan yang telah dilakukan.
“Anggota kami terdiri dari seller atau fendor meliputi rumah makan atau catering, PO Bus atau rent car, perhotelan atau penginapan, destinasi wisata, pusat oleh-oleh dan UMKM, industri pariwisata . Sementara Buyer terdiri dari biro travel agent, driver, tour leader, serta guide ,” pungkas Bunda Shofi.
Kini Asmipa sudah memiliki beberapa cabang antara lain Lombok Barat, Madura, Yogyakarta, Jawa Tengah, Semarang dan beberapa DPC di Mojokerto, Malang, bali Batu, hingga Kepulauan Riau.
Mereka semua aktif dalam berbagi informasi mengenai kondisi wisata, cuaca, hingga berbagai tarif wisata. Tak ayal, Asmipa sering diundang oleh berbagai OPD dan lembaga pariwisata di luar Gresik guna berbagi pengalamannya.
Selain itu, Asmipa juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pelatihan TL,( Tour lider ) kepada 40 warga yang masih menganggur dan di Bangkalan menjadi pemandu wisata lokal yang ada di Madura. (rir/han)
Editor : Hany Akasah