RADAR GRESIK - Meski baru berusia 10 tahun, SD NU Nurul Ishlah, Gresik, Jawa Timur terus berkembang menjadi sekolah unggulan Islam di Gresik. Salah satunya mengembangkan kelas ICP (International Class Program). Tentunya, semua guru harus bersiap. Termasuk, Firdausi Nuzula, 32, guru Bahasa Inggris.
“Kelas ICP baru dibuka di pembelajaran tahun 2024/2025, dirancang khusus untuk siswa baru kelas 1 dengan tujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka secara aktif dan mempersiapkan mereka untuk bersaing di era globalisasi,” kata Firda.
Menurutnya, SD NU Nurul Ishlah menyadari bahwa bahasa asing yang jarang digunakan dalam keseharian. Maka dari itu, Firda dan rekan-rekan guru komitmen akan menghadirkan pembelajaran dan permainan sebagai media pembelajarannya.
"Anak-anak zaman sekarang lebih menyukai visual dan interaksi. Oleh karena itu, saya memanfaatkan video dan permainan untuk membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih menarik dan mudah dipahami," jelasnya.
Firda sudah siap menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang kreatif dan interaktif. Tak hanya itu, Firda memasukkan permainan yang sedang digemari anak-anak, seperti PUBG dan Mobile Legends dan lainnya. "Dengan cara ini, anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan lebih mudah mengingat kosakata baru," terang Firda.
Sebelum bergabung dengan SD NU Nurul Ishlah, Firda telah malang melintang di dunia pendidikan selama 7 tahun. Ia pernah menjadi tutor bahasa Inggris di sebuah LBB di Gresik selama 3 tahun, dan kemudian mengajar di SD NU Nurul Ishlah sebagai guru kelas 2 selama 2 tahun. Sejak tahun 2019 hingga sekarang, ia fokus mengajar bahasa Inggris untuk kelas 1, 2, 3, 4, dan 6. Selain itu, ia juga aktif sebagai guru ekstrakurikuler English Club untuk kelas 4 dan 5, dan mengajar di TPQ.
Seperti halnya profesi lainnya, menjadi guru juga memiliki suka dan dukanya. Namun, bagi Bu Firdausi, setiap tantangan dan kesulitan yang ia hadapi selalu menjadi pembelajaran berharga untuk menjadi guru yang lebih baik.
"Setiap kelas yang saya datangi, selalu ada pelajaran baru yang berbeda. Dari anak-anak, saya belajar bagaimana mengontrol diri, lebih peka dan mendengarkan keluhan mereka, yang akhirnya dapat mendorong saya untuk mencari ide-ide mengajar yang baru dan disukai anak-anak,"tutup Firda. (rir/han)
Editor : Hany Akasah