RADAR GRESIK - Pengalamannya sejak duduk di bangku SMP, Rabiatul Jannah sudah terbiasa berjualan berbagai macam barang, mulai dari baju hingga berbagai barang lainnya. Hal tersebut yang mendorong wanita kelahiran 29 Agustus 1993 ini memupuk jiwa wirausaha sejak kecil.
Kecintaannya pada dunia kuliner juga mendorongnya untuk membuka usaha sambal cumi yang diberi nama Sambeleemak pada tahun 2019. Namun, Rabiatul Jannah ragu dengan prospek usaha sambalnya yang hanya buka pada malam hari.
“Namun, dengan penuh tekad saya menawarkan sesuatu yang berbeda dan inovatif, hal tersebut mengantarkan saya pada kesuksesan. Alhamdulillah Sambeleemak mendapat sambutan hangat dari masyarakat Gresik dan kini telah menjadi ikon kuliner pedas,” pungkasnya.
Pandemi COVID-19 membawa tantangan baru bagi Rabiatul. Salah satu usahanya terpaksa harus ditutup. Namun, Rabiatul tidak patah semangat. Ia melihat peluang di balik pandemi dengan melirik bisnis thrifting yang sedang naik daun di kalangan anak muda.
“Awalnya berjualan online, hingga membuka toko kecil-kecilan bernama "Mau Thrifting". Toko ini mendapat respon positif dari masyarakat dan terus berkembang hingga saat ini. Hingga akhirnya berani pindah ke tempat yang lebih luas,” ujar Rabiatul Jannah.
Perjalanan Rabiatul menunjukkan bahwa jatuh bangun dalam dunia usaha adalah hal yang wajar. Kuncinya adalah pantang menyerah, selalu mencari peluang baru, dan berani mengambil langkah. (rir/han)
Editor : Hany Akasah