RADAR GRESIK - Lia Istifhama selalu menjadi sorotan karena multitalent. Bukan hanya terkenal sebagai aktivis, akademi, politisi, penyanyi, namun putri tokoh Nahdliyyin KH Masykur Hasyim itu juga sangat aktif mengkritisi berbagai kebijakan dan kejadian yang berkembang.
Ya, perempuan yang akrab disapa Ning Lia Istifhama juga aktif mengisi berbagai forum baik intelektual maupun kemasyarakatan.
“Sejak kecil saya sering diajak orang tua melihat berbagai fenomena kehidupan, sering diskusi juga. Makanya, saya sangat suka menulis dan berdikusi apalagi terkait kehidupan masyarakat,” kata perempuan yang juga Ketua DPD Perempuan Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Timur.
Kehidupan Lia Istifhama memang penuh dengan berbagai pengalaman. Ya, santri, pernah pula menjadi HRD, dosen, dan sebagainya. Makanya, ketika mengkritisi sesuatu, Lia selalu merefleksi dirinya sendiri.
“Jadi karyawan atau santri kadang ada yang menyepelehkan, makanya saya berusaha humble dengan orang-orang,” kata Lia Istifhama.
Menurut Lia Istifhama, peran perempuan dalam kemajuan negara itu sangatlah penting. Terlebih, kini Lia juga terpilih menjadi senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Peran perempuan dalam agama itu ada tiga. Pertama, perempuan itu adalah marah artinya cerminan. Jika cerminan perempuan itu baik, maka keluarga bahkan negaranya baik.
Kedua, peran perempuan sebagai nisa atau ketenangan. Dalam artian, perempuan harus mampu memberikan ketenangan di keluarga maupun masyarakat dengan ide-ide yang tentunya bermanfaat serta menyejukkan. Ketiga, peran sebagai ummu atau perempuan yang melahirkan. (han)
Editor : Hany Akasah