Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perayaan Natal 2025 di GKI Gresik, Pertegas Wajah Kota Pudak yang Toleran

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:30 WIB

SUASANA : Perayaan Natal 2025 di GKI Gresik
SUASANA : Perayaan Natal 2025 di GKI Gresik

RADAR GRESIK – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik dalam perayaan Natal 2025, Kamis (25/12). Tahun ini, GKI Gresik mengusung tema "Melampaui Ketakutan, Menyambut Keselamatan", sebuah pesan mendalam yang mengajak jemaat berefleksi di tengah dinamika kehidupan.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ritual ibadah rutin, namun bertransformasi menjadi ruang budaya yang inklusif, sekaligus mempertegas wajah Gresik sebagai kota yang merawat keberagaman.

Rangkaian acara dikemas secara kreatif. Jemaat tidak hanya disuguhi puji-pujian dari paduan suara, tetapi juga diajak merenung melalui serangkaian monolog yang menyentuh realitas sosial.

Baca Juga: Rayakan Natal 2025, 13 Warga Binaan Rutan Gresik Terima Remisi Khusus

Monolog-monolog tersebut mewakili berbagai kalangan lansia yangenyuarakan kegelisahan akan kesepian di usia senja. Ada juga Kepala Keluarga & Istri menggambarkan beban tanggung jawab dan kerinduan akan pengertian, serta pemuda & remaja menyoroti krisis identitas serta tekanan hidup di era modern.

Pendeta GKI Gresik, Pdt. Fo Era Era Gea, mengungkapkan bahwa rangkaian monolog ini adalah cermin bahwa setiap manusia memiliki pergumulan masing-masing.

"Natal mengingatkan kita untuk tidak menyerah. Kita memiliki Tuhan yang tidak jauh, Tuhan yang tahu bahwa kita sedang tidak baik-baik saja, namun Ia hadir memberikan kekuatan dan harapan," tuturnya.

Baca Juga: Aston Gresik Hadirkan Pohon Natal Pudak Setinggi Dua Meter dari 1.250 Kue Khas Gresik

Keunikan lain terlihat pada penampilan musik suling yang dipadukan dengan bahasa isyarat. Hal ini menjadi simbol kuat bahwa pesan Natal bersifat inklusif bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas.

Puncak prosesi ditandai dengan penyalaan Lilin Natal (Christmas Candle). Cahaya lilin yang berpijar melambangkan Kristus sebagai terang dunia yang membawa kasih bagi seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang.

Hadir dalam perayaan tersebut, Ketua Forum Masyarakat Cinta Keberagaman (FORMAGAM) Gresik, Djoko Pratomo. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap suasana Natal yang damai di "Kota Pudak" ini.

Baca Juga: Siaga Nataru, Rutan Gresik Gandeng TNI-Polri dan BNN Musnahkan Puluhan Barang Hasil Razia

Menurut Djoko, toleransi di Gresik bukan sekadar slogan, melainkan tumbuh dari kesadaran bersama untuk saling menghormati.

"Perayaan Natal ini menjadi bukti bahwa nilai kasih dan persaudaraan melampaui sekat agama. Sukacita ini adalah pesan universal tentang harapan dan kebersamaan bagi semua warga Gresik," pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Chrismas tree #gresik #Natal #Gereja #nataru