RADAR GRESIK – Sebuah wadah pengembangan bakat seni baru, Sanggar Seni Kusuma Laras, resmi setahun berdiri di Gresik. Sanggar yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik ini didirikan pada 28 September 2024.
Tidak hanya fokus pada pelatihan biasa, namun menawarkan kurikulum terstruktur dan berorientasi pada pengembangan seni tradisional.
Sanggar Seni Kusuma Laras didirikan oleh pasangan suami istri yang keduanya berlatar belakang di bidang seni, Lysistrata Vira Pertiwi, S.Pd., yang sekaligus merupakan pemilik sanggar, dan Hengky Supriyanto, S.Sn suaminya.
“Awal mula mendirikan sanggar itu kami suami istri memang sama-sama di bidang seni, dan kebetulan keluarga kami juga basicnya seni. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan sanggar bersama untuk memajukan seni di wilayah Gresik, khususnya Gresik selatan,” ungkap Lysistrata Vira Pertiwi. “
Sanggar ini didukung oleh dua pelatih utama, Hengky Supriyanto, S.Sn. untuk Seni Karawitan dan Vokal, serta Lysistrata Vira Pertiwi, S.Pd. untuk Seni Tari. Sanggar ini berfokus pada Seni Karawitan dan Seni Tari, dan juga merambah ke Seni Pedalangan.
Kusuma Laras menawarkan sistem pembelajaran yang berbeda dari privat biasa. Siswa dan siswi dibekali materi sesuai dengan kurikulum yang telah disusun, yaitu terbagi menjadi Semester 1 hingga Semester 8.
Sebagai contoh, untuk Seni Tari Semester 1 diajarkan gerak dasar tari, olah tubuh, materi dasar tari ongkek manis, hingga materi dasar garapan sanggar. Sementara untuk Seni Karawitan Semester 1, materi yang diajarkan meliputi teknik dasar tabuh gamelan, olah vokal, tembang macapat, hingga Gending Ngreksa Desa.
"Siswa dan siswi dibekali materi sesuai dengan kurikulum pembelajaran di sanggar dan juga mendapatkan ijazah sanggar," tambah pemilik sanggar.
Komitmen Kusuma Laras untuk mengembangkan seni tradisional ditunjukkan dengan langkah besar menjalin kerja sama internasional. Sanggar ini telah menandatangani kontrak pertukaran siswa dengan dua sanggar di Gianyar-Bali, yaitu Sanggar Tari dan Tabuh Lokananta serta Sanggar Seni Tari dan Tabuh Gamelan Cendana.
Kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa belajar seni tradisional Bali, memperkaya wawasan, dan meningkatkan kemampuan di bidang seni.
Meskipun baru berdiri, Kusuma Laras telah menorehkan beberapa prestasi. Antara lain, juara 3 Lomba Seni Tari Tradisional di Hollywood Surabaya, juara Harapan 3 Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional di Surabaya, serta juara 2 Lomba Kreasi Musik Tradisional di Yogyakarta.
Ke depan, harapan besar Sanggar Seni Kusuma Laras adalah mendapatkan izin operasional dari Dinas Pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi sanggar untuk diarahkan sebagai sekolah non-formal di bidang seni, yang memberikan pengakuan resmi atas pendidikan seni yang mereka berikan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah