RADAR GRESIK – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik akan menggelar Dekranasda Fest 2025 pada 29 Agustus 2025 di Icon Mall Gresik. Salah satu agenda menarik dalam acara tersebut adalah lomba fashion show yang akan diikuti oleh para pejabat, mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, Camat, BUMN, BUMD, hingga instansi swasta.
Ketua Dekranasda Kabupaten Gresik Nurul Haromaini menjelaskan bahwa lomba fashion show ini diwajibkan menggunakan wastra khas Gresik, seperti batik dan tenun.
“Motif khas Gresik memiliki keunikan tersendiri, yaitu ada bandeng, pudak, damar kurung, rusa Bawean, dan bunga kenongo. Unsur-unsur ini tidak ada di daerah lain dan menjadi identitas yang kita tonjolkan,” kata Nurul pada Jumat (15/8).
Lebih lanjut, Nurul menyebut para peserta dan pengunjung akan diarahkan untuk mengunjungi Galeri Dekranasda Gresik. Galeri ini berfungsi sebagai etalase resmi produk-produk perajin dan pelaku UMKM lokal yang telah terkurasi dan memiliki legalitas usaha lengkap.
“Kalau koleksi di galeri kurang, kami arahkan langsung ke pengrajinnya. Data mereka sudah tercatat di Dekranasda,” imbuhnya.
Galeri Dekranasda ini sering menjadi tujuan kunjungan berbagai pihak, termasuk dari kementerian, pemerintah provinsi, hingga DPR RI. Hal ini menunjukkan komitmen Dekranasda Gresik dalam memberdayakan perajin lokal sekaligus mempromosikan produk Gresik hingga tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Istri Wakil Bupati Gresik, Dr. Shinta Puspitasari Asluchul Alif, yang ditemani oleh ibu-ibu Forkopimda, menjelaskan bahwa mereka hadir untuk menyukseskan acara tersebut. Para ibu Forkopimda telah memilih motif batik khas Gresik yang akan mereka kenakan.
Dr. Shinta sendiri memilih motif Rusa Bawean, sama seperti Ibu Kapolres Miranda Rovan. Sementara itu, Ibu Ketua DPRD Asyiqotul Ulya memilih motif Bandeng, dan Ibu Dandim Yuristi Fistyana Dewi memilih motif Pudak.
“Insyaallah motif ini sudah mewakili semuanya. Harapannya, batik Gresik semakin berkembang dengan lebih banyak variasi warna. Kami juga berkomitmen untuk membantu penyebarannya ke masyarakat luas,” ujar Dr. Shinta.
Ia menambahkan, tidak hanya batik, tenun Gresik juga memiliki kualitas yang tak kalah dari daerah lain.
“Ke depan, akan lebih kita sosialisasikan. Di acara Dekranasda 2025 nanti, Insyaallah kita juga akan mengenakan tenun Gresik,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah