RADAR GRESIK - Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dikenal sebagai Desa Minapolitan, menjadi sorotan berkat keberhasilannya dalam pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Randuboto. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian target nasional Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, di mana sektor kehutanan dan penggunaan lahan diharapkan mampu menyerap lebih banyak karbon dibandingkan emisi yang dihasilkan.
TPS3R Randuboto tak hanya sukses mengelola sampah berbasis masyarakat, baik organik maupun non-organik, tetapi juga berperan sebagai pusat edukasi dan pembinaan. Berbagai inovasi telah lahir dari TPS3R ini, salah satunya adalah kompor alternatif berbahan bakar minyak jelantah yang berasal dari limbah rumah tangga.
Baca Juga: Inovasi, Pemdes TP PKK Randuboto Sidayu Gresik Giatkan Desa Ramah Disabilitas
Kepala Desa Randuboto, Andik Sulandra, mengungkapkan bahwa keberhasilan TPS3R ini tidak lepas dari peran aktif para kader dan relawan desa yang gigih mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.
"Kami ingin menjadikan Randuboto sebagai desa bebas sampah. Sampah yang sudah dipilah di rumah akan diolah di TPS3R dan menjadi produk yang lebih bernilai dan bermanfaat seperti kompos dan barang daur ulang," ujar Andik Sulandra.
Aktivitas di TPS3R Randuboto meliputi pemilahan sampah yang cermat, lalu diolah menjadi kompos, pupuk cair, dan kerajinan dari sampah non-organik. Program ini tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui hasil olahan sampah.
Baca Juga: Kunjungan Edukatif , Warga Bawean Kagumi Pengelolaan Sampah yang Tak Berbau di Desa Randuboto Gresik
Andik menambahkan, "Bahkan, ini telah mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Saat ini, mereka sudah bisa memilah secara mandiri di rumah masing-masing karena mereka tahu sampah bisa bernilai ekonomi jika diolah."
Camat Sidayu, Suwartono, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Desa Randuboto ini sebagai bagian dari upaya menyongsong target nasional FOLU Net Sink 2030.
"FOLU Net Sink 2030 bukan hanya target pemerintah pusat, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Desa-desa seperti Randuboto adalah ujung tombak perubahan lingkungan. Melalui aksi nyata seperti ini, kita optimistis mampu mencapainya," jelas Suwartono.
Baca Juga: Warga Desa Randuboto Gresik Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Kompor
Menurut Suwartono, sebanyak 135 orang telah menerima edukasi teknis serta pembinaan tentang pentingnya kesadaran kolektif masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan potensi.
"Kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah harus tumbuh dari rumah tangga, sekolah, hingga komunitas, agar perubahan bisa terjadi secara berkelanjutan," pungkas Suwartono. (jar/han)
Editor : Hany Akasah