RADAR GRESIK - Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional, Polsek Cerme berkolaborasi dengan UPT Pertanian Cerme dan Pemerintah Desa Sukoanyar menggelar panen raya jagung di lahan pertanian Dusun Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, pada Rabu pagi (7/5).
Kegiatan panen raya ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor yang melibatkan aparat kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani setempat. Dari lahan seluas 0,5 hektare, hasil panen yang menggembirakan mencapai 4,8 ton jagung tongkol kering dengan varietas unggul NK Perkasa.
Kapolsek Cerme, IPTU Andik Asworo, menyampaikan apresiasinya kepada para petani dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Beliau menegaskan bahwa program ketahanan pangan bukan hanya tentang hasil panen semata, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk membangun kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Baca Juga: Unik dan Berkah, Polsek Cerme Bagikan Takjil Lele Segar dan Sayur Hasil Budidaya Sendiri
"Kami akan terus mendukung program ini. Kendala, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi, agar segera dikomunikasikan dengan dinas terkait," imbau Kapolsek Cerme, IPTU Andik Asworo, Rabu (7/5).
Kepala UPT Pertanian Cerme, Sudarni, menyatakan panen raya ini sebagai bukti keberhasilan sinergi dan memastikan pendampingan petani untuk peningkatan produktivitas.
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Desa Sukoanyar, Rupi’an turut mengapresiasi kebersamaan dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut demi kemajuan desa dan kesejahteraan petani.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan sesi foto bersama yang disambut antusias warga, mencerminkan kuatnya komitmen terhadap ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Sumringah, Bupati dan Kapolres Gresik Turun Langsung Bagikan Makanan Bergizi di SDN Cerme
Lebih dari sekadar panen, acara ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan pertanian. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Cerme juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan tidak produktif untuk pertanian yang maju dan mandiri. (yud/han)
Editor : Hany Akasah