RADAR GRESIK-Sekitar tahun 1970-an warga Gresik hampir keseluruhan pernah memainkan permainan lompat karet (tali) pada usia masih anak-anak sekitar 5-14 tahun. Di tahun itu, permainan itu sangat viral dan nyaris digunakan anak-anak mengisi waktu bermain.
Mereka sengaja menggunakan karet yang disatukan dan dirancang sampai panjang mencapai 2-3 meter.
Permainan ini cukup mudah dilakukan, dua orang bertugas untuk menjadi pemegang ujung tali, sementara pemain yang lain harus melompati tali secara bergantian.
"Namun, jika kamu gagal melakukan satu lompatan, kamu harus bertukar posisi dengan pemegang tali," kata Munadzar Warga Desa Telogo Pentung, pada waktu yang dikutip dalam Buku Dolanan Gresik karya Radar Gresik.
Permainan ini memiliki beberapa tingkatan yang akan semakin sulit untuk kamu lewati. Untuk tingkatan pertama, pemegang tali hanya diminta untukmeletakkan tali pada batas lutut mereka. Lanjut ke tingkatan kedua tali dinaikkan sebatas pinggang.
Pada tingkatan pertama dan kedua, pelompat dilarang untukmenyentuh karet gelang sedikit pun, jika mereka mengenai karet gelang,maka dia harus bertukar posisi menjadi pemegang tali. Pada tingkatan ketigaakan lebih sulit lagi, karena tali dinaikkan di dada pemegang tali.
Pada tingkatan keempat posisi tali naik menjadi sebatas telinga. Pada tingkatan lima, tali diletakkan hingga sebatas kepala. Lalu pada tingkatanenam, tali diletakkan satu jengkal diatas kepala. Sedangkan untuktingkatan tujuh tali berada dua jengkaldi atas kepala pemegang tali. Terakhir pada tingkatan delapan.
“Dua orang bertugas untuk menjadi pemegang ujung tali, sementara pemain yang lain harus melompati tali secara bergantian,” kata Munandzar dikutip dalam buku Dolanan Gresik karya Radar Gresik.
Biasanya pemegang tali disebut "merdeka", karena pemegang tali akan menggenggam tali dan mengangkat tangannya seperti saat pejuang dahulu meneriakkan kata "merdeka".
Pada permainan lombat tali juga bisa dilakukan sendiri. Yakni dengan cara memegang kedua ujung tali. Kemudian, tali diputar dan meloncat menghindari tali tersebut. (DIKUTIP DARI BUKU DOLANAN GRESIK)
Editor : Hany Akasah