GRESIK - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum digelar meriah masyarakat Bawean.
Masyarakat Pulau Puteri itu bakal berbodong-bondong membuat Angkaan Molod di atasnya ada Bunga Telur. Yakni beragam makanan dengan nilai jutaan rupiah.
Baca Juga: Benarkah Maulid Nabi Lebih Utama Dibanding Malam Lailatul Qadar?
Di Bawean, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati tidak serentak. Setiap desa berbeda waktu pelaksanaannya.
Kemarin (28/9), di Desa Gunungteguh peringatan itu dilaksanakan.
Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki sebutan lain. Yakni Angkaan Molod. Angkaan Molod ini semacam tumpeng tapi berisikan berbagai makanan.
Bentuknya besar dan menjulang tinggi.
Namun dalam Angkaan Molod ini pasti ada Bunga Telur. Secara arti, Bunga disebut melambangkan kegembiraan sedangkan Telur melambangkan kelahiran. Filosofi ini menggambarkan kegembiraan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bunga Telur itu berbentuk bunga dari anyaman yang diletakan di atas untuk hiasan Angkaan Molod. Angkaan Molod ini sebuah wadah dalam ukuran besar yang diisi berbagai macam makanan.
Makanan yang khas yakni Dodol Bawean dan Jubede.
Baca Juga: Peringati Maulid Nabi dengan Tradisi Jabutan, Warga Gresik Berlomba Ngalap Berkah
Abdul Hamid, salah seorang warga Desa Sawahmulya mengatakan, di desanya Angkaan Molod baru dilaksanakan pada hari Minggu mendatang.
Namun masyarakat sudah mulai mempersiapkan untuk perayaan tersebut.
Baca Juga: Kapolres Gresik Gelar Maulid Nabi Muhammad Bersama Siswa SLB
Bunga Telur ini dulunya dibuat dari bambu yang dibentuk seperti seperti wadah yang tinggi. Namun karena perkembangan jaman, anyaman bambu ini perlahan diganti dengan wadah siap pakai.
Hamid menyebut, setiap rumah biasanya membuat Bunga Telur ini. Kemudian saat hari perayaan tiba, Bunga Telur dibawa ke masjid atau mushola sekaligus berdoa.
Setelah acara selesai, Bunga Telur yang berisikan beragam makanan ini dimakan bersama-sama dan dibagikan kepada masyarakat.
“Disini ada tukar menukar antar warga. Memang filosofinya dari dulu begitu,” ucapnya.
Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi Warga Bawean Saling Tukar Hadiah
Dulunya, Angkaan Molod biasa dilakukan dengan sistem barter. Masyarakat bebas mengisi Bunga Telur sesuai keinginan masing-masing.
“Kalau sekaeang, isi dari Bunga Telur itu bisa mencapai Rp 2 juta. Ini kemudian dimakan bersama dan dibagikan. Maknanya adalah sedekah,” katanya.
Baca Juga: Nekat Gondol HP Panitia Maulid Nabi Desa Slempit
Saat peringatan Angkaan Molod ini, masyarakat tidak memikirkan akan habis berapa untuk membuat Bunga Telur.
Yang jelas, isi Bunga Telur itu sebagai bentuk syukur atas rejeki yang masyarakat dapat. Masyarakat ingin membuat Bunga Telur lebih baik dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Gelar Maulid Nabi, SMP YIMI Bangun Kurikulum Pesantren
Berbeda dengan Sawahmulya, di Desa Gunungteguh, masyarakat memperingati Angkaan Molod di hari Kamis besok.
Meski berbeda hari, namun secara perayaan akan sama. Masyarakat membuat Bunga Telur dengan berbagai isi makanan.
“Memang ini bentuk syukur masyarakat,” kata Haris, salah seorang warga. (rof/han)
Editor : Hany Akasah