GRESIK-Peringatan Maulid Nabi menjadi momen penghormatan umat Islam terhadap kelahiran Nabi Muhammad SWT. Begitupula di Kabupaten Gresik.
Sebagai Kota Wali, banyak tradisi Gresik dan keunikan saat menyambut kelahiran Nabi Muhammad.
Keunikan – keunikan itu antara lain dengan membaca sholawat nabi dan pujian – pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalam lokasi acara peringatan Nabi Muhammad, ada tradisi jabutan.
Dimana, ada berbagai hadiah – hadiah yang digantung. Misalnya, perabotan rumah tangga, minyak, sabun, camilan hingga uang.
Berbagai barang tersebut digantung dan nantinya perebutkan saat para peserta berdiri untuk membaca sholawat.
Tepatnya ketika ada kalimat Mahalul Qiyam, langsung warga berlomba mencabut gantungan berbagai macam barang atau dikenal dengan istilah Jabutan.
“Kalau sudah waktunya jabutan tidak mengenal yang namanya umur lagi mulai anak TK hingga orang yang sudah tua banget ikut berlomba untuk mengambil hadiahnya supaya ngalap berkah, tentu sudah bisa dibayangkan bagaimana serunya suasana saat itu,” kata Sriyatun, salah satu anggota Fatayat NU Randuagung yang menggelar Mauludan di Balai RW 2, Sabtu (23/9).
Setelah itu, ada tali yang ada di jabutan maulid, nanti tali itu waktu membaca Fi Khubbi Sayyidina Muhammad maka talinya diikat.
Keyakinan warga, setiap tali yang diikat itu bisa menjadikan saksi bahwa semua warga termasuk umatnya Nabi Muhammad Saw. Kalau orang dulu dibuat kendet atau tali yg diikatkan di perut.
“Mengapa di perut, karena ketika meninggal didatangi malaikat Izrail tali itu keliatan bahwa kalian itu umat Kanjeng Nabi Muhammad Saw. sehingga nyawa tidak akan dicabut dengan cabutan yang menyakitkan, melainkan lemah lembut,” pungkasnya. (han)
Editor : Hany Akasah