RADAR GRESIK – Upaya memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat terus digalakkan di tingkat teritorial. Melalui kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter), Babinsa Koramil 0817/02 Wringinanom secara proaktif turun langsung ke areal persawahan untuk membantu para petani mengalirkan air ke lahan pertanian demi menjaga kecukupan kebutuhan tanaman.
Di tengah bergulirnya musim tanam yang sangat bergantung pada stabilitas pasokan air, kehadiran personel TNI menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para petani setempat.
Tak sekadar memantau wilayah binaan, Kopka Hariono terlibat aktif dalam proses teknis pengairan guna memastikan distribusi air ke petak-petak sawah berjalan lancar tanpa kendala.
Babinsa Koramil 0817/02 Wringinanom, Kopka Hariono, menegaskan bahwa aksi pendampingan ini merupakan bagian integral dari instruksi komando atas agar Babinsa senantiasa hadir memberikan solusi konkret atas dinamika yang dihadapi masyarakat bawah. Keberhasilan panen dinilai vital lantaran menjadi pilar utama penyokong ketahanan pangan nasional.
"Petani merupakan ujung tombak penyedia pangan bangsa. Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab moral kami untuk mendampingi serta membantu mereka di lapangan, termasuk meminimalkan kendala pengairan agar proses budidaya padi tidak terganggu,” ujar Kopka Hariono, Kamis (16/7).
Intervensi nyata di sektor pertanian ini mendapat apresiasi positif dari kelompok tani setempat. Kehadiran fisik Babinsa di hamparan sawah dinilai meringankan beban kerja sekaligus mempererat jalinan kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam pembangunan kawasan perdesaan.
Baca Juga: Soroti Rendahnya Serapan Anggaran DPUTR, Komisi III DPRD Gresik Agendakan Sidak Lapangan
Melalui program Binter yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan, jajaran Koramil 0817/02 Wringinanom berharap kemitraan dengan sektor pertanian lokal semakin solid.
“Semangat gotong royong dan kepedulian yang konsisten dibangun di lapangan ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas hasil panen petani, sekaligus mempercepat terwujudnya program swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik