Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dedikasi Tanpa Batas, Bambang Harianto dan Istri Rawat ODGJ dan Warga Terlantar di Shelter Dinsos Gresik

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
Koordinator Penjaga Shelter Dinsos di UPT. Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Cerme, Kabupaten Gresik Bambang Harianto. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
Koordinator Penjaga Shelter Dinsos di UPT. Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Cerme, Kabupaten Gresik Bambang Harianto. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Di balik operasional UPT. Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial (Dinsos) Cerme, Kabupaten Gresik, terdapat kisah inspiratif tentang kemanusiaan yang nyata.

Adalah Bambang Harianto dan sang istri, Nur Komariah, pasangan suami istri (pasutri) yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), warga terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Pengabdian tulus ini telah mereka lakoni sejak tahun 2012. Dengan penuh kesabaran, pasutri ini mendampingi para penghuni shelter, mulai dari memberikan perawatan intensif, memenuhi kebutuhan logistik sehari-hari, hingga menjadi sandaran emosional bagi mereka yang kehilangan arah dan keluarga.

Koordinator Penjaga Shelter Dinsos Cerme, Bambang Harianto, mengakui bahwa mengurus ODGJ bukanlah perkara mudah. Rasa lelah secara fisik dan mental kerap menghampiri, namun panggilan kemanusiaan selalu berhasil menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk tetap bertahan.

“Merawat dan membantu sesama itu kadang memang ada rasa capeknya. Namun atas nama kemanusiaan dan niat menolong orang-orang yang membutuhkan, kami harus tetap menjaga semangat dan tingkat kesabaran,” ujar Bambang, pria asli Cerme tersebut, Minggu (19/7).

Advertisement

Bagi pria berusia 51 tahun ini, pengalaman paling berkesan selama belasan tahun mengabdi adalah hikmah mendalam yang diperoleh dari setiap proses pendampingan. Ada kepuasan batin tersendiri saat mampu mengembalikan senyuman di wajah para penghuni shelter. “Tentu ada rasa senang. Kita bisa bersama-sama menolong orang yang sedang kesulitan,” ucapnya tulus.

Meski demikian, dinamika pekerjaan di shelter Dinsos tentu dipenuhi berbagai tantangan berat. Bambang menceritakan, tidak jarang para penghuni mengalami ketidakstabilan emosi yang meledak-ledak, mengamuk, hingga histeris meminta pulang.

“Kendalanya di lapangan ya kadang mereka mendadak cemberut lalu ngamuk. Kalau sudah mengamuk, rata-rata minta pulang dan terus-terusan bertanya kenapa tidak kunjung dipulangkan,” jelas Bambang sembari tersenyum mengenang tantangan kesehariannya.

Menghadapi situasi tersebut, Bambang menegaskan bahwa seorang penjaga shelter dituntut untuk selalu siap siaga 24 jam kapan pun dibutuhkan. Dengan modal keikhlasan, pasutri ini terus berjaga dan mendampingi setiap jiwa yang membutuhkan perhatian, perawatan, serta kasih sayang yang layak.

“Prinsipnya, kami siap menunggu dan siap siaga kapan pun dan apa pun yang mereka butuhkan di shelter ini,” pungkasnya. (jar/han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Sajikan Kuliner Kekinian, Hotel Horison GKB Gresik Tawarkan Promo Ayam Bawang Putih

Sajikan Kuliner Kekinian, Hotel Horison GKB Gresik Tawarkan Promo Ayam Bawang Putih

RADAR GRESIK – Menjawab tren kuliner kekinian yang tengah digandrungi masyarakat, Hotel Horison GKB Gresik meluncurkan penawaran promo kuliner spesial untuk periode Oktober hingga November 2026. Hotel berbintang

Satresnarkoba Polres Gresik Bekuk Residivis Kurir Narkotika di Bengkel Motor

Satresnarkoba Polres Gresik Bekuk Residivis Kurir Narkotika di Bengkel Motor

RADAR GRESIK – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik kembali mengukir prestasi dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Petugas berhasil membongkar jaringan peredaran sabu lintas kecamatan dengan

Lupa Matikan Kompor Dapur, Usaha Industri Rumahan di Kedamean Gresik Hangus Terbakar

Lupa Matikan Kompor Dapur, Usaha Industri Rumahan di Kedamean Gresik Hangus Terbakar

RADAR GRESIK – Kebakaran melahap sebuah bangunan tempat usaha industri rumahan (home industry) milik Sampurno di Dusun Glindah Lor RT 02 RW 01, Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Selasa (3/11/2026) malam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer