RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, terus berkomitmen menelurkan program aplikatif bagi warga binaan.
Kali ini, mereka membekali warga binaan dengan keterampilan manufaktur skala mikro berupa pembuatan jepit rambut dan dompet koin yang digelar di Aula Rutan Gresik.
Agenda produktif ini merupakan hasil sinergi taktis antara Rutan Kelas IIB Gresik dengan PT Arta Jayendra Perkasa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian integral dari program akselerasi pembinaan kemandirian.
Selama pelatihan, para warga binaan mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pengenalan bahan baku baku, teknik perakitan detail, hingga manajemen produksi agar menghasilkan barang bernilai jual tinggi.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa orientasi utama dari pelatihan kejuruan ini adalah membekali warga binaan dengan keahlian praktis yang dapat diimplementasikan untuk bekerja maupun membuka lapangan usaha mandiri pasca-bebas nanti.
"Pembinaan di dalam Rutan tidak hanya bertumpu pada aspek kepribadian saja, melainkan wajib diimbangi dengan peningkatan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, ketika masa tahanan selesai, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi secara positif," ujar Dhimas, Selasa (14/7).
Baca Juga: Gelar Sidang TPP, Rutan Gresik Usulkan Hak Integrasi bagi 21 Warga Binaan
Dhimas mengimbuhkan, skema kolaborasi kemitraan dengan pihak swasta dan stakeholder terkait akan terus diperluas kedepannya.
Hal ini bertujuan agar variasi jenis keterampilan kerja yang disalurkan kepada warga binaan semakin kaya dan kompetitif, sekaligus sebagai bekal menyukseskan program reintegrasi sosial.
Sebagai bentuk pemantik semangat dan apresiasi atas produktivitas para peserta, di akhir sesi kegiatan Dhimas yang didampingi oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi, menyerahkan premi hasil kerja secara langsung kepada warga binaan atas karya yang berhasil diselesaikan.
Baca Juga: Terima Mahasiswa Magang, Rutan Gresik Perkuat Sinergi Dunia Akademik dan Pemasyarakatan
Melalui rentetan program pembinaan kemandirian yang terstruktur dan berkelanjutan ini, Rutan Kelas IIB Gresik berharap besar seluruh warga binaan memiliki modal keahlian yang cukup untuk mendongkrak taraf ekonomi keluarga, sekaligus efektif menekan angka risiko residivisme (mengulangi tindak pidana) di wilayah hukum Kabupaten Gresik. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik