RADAR GRESIK – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik mulai memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih hewan dan mewaspadai ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Dispertan Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putra, menjelaskan bahwa edukasi masif tengah dilakukan kepada peternak, pedagang, hingga calon pembeli.
Ia merinci sejumlah ciri khas PMK yang harus diwaspadai, di antaranya hewan mengalami demam tinggi, adanya lesi atau luka pada mulut disertai keluarnya air liur berlebih (hipersalivasi), serta luka pada bagian kuku.
Baca Juga: Sambut Iduladha 1447 H, 10 Ribu Hewan Ternak di Gresik Rampung Divaksin PMK
“Sebagai langkah pencegahan, kami mengimbau peternak untuk segera melakukan vaksinasi pada hewan yang sehat, serta disiplin dalam menerapkan biosekuriti dan menjaga kebersihan kandang secara rutin,” jelas Eko.
Senada, Kepala Bidang Peternakan Dispertan Gresik, Viki Mustofa, memberikan panduan praktis bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sesuai syariat. Ia mengingatkan agar warga menghindari hewan kategori P3K, yakni Pincang, Picek (buta), Penyakitan, dan Kurus.
“Jika ragu dengan kondisi fisik hewan, masyarakat dapat meminta pendampingan langsung dari UPT Puskeswan Utara maupun Selatan,” ujar Viki, Minggu (3/5).
Baca Juga: Lepas 376 Jemaah Haji Kloter 46, Gus Yani Bekali Obat-obatan dan Pesan Gotong Royong
Guna memberikan jaminan keamanan, Viki menyarankan agar masyarakat memilih hewan yang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Untuk mempermudah hal tersebut, Dispertan menghadirkan inovasi layanan Sipoltak (Asistensi Pojok Online Lalu Lintas Ternak dan Produknya).
“Layanan digital ini gratis dan cepat. Pedagang maupun pembeli bisa mengurus dokumen kesehatan tanpa harus datang langsung ke daerah tujuan,” tegasnya.
Baca Juga: TMMD ke-128 Gresik: Dongkrak Ekonomi Desa Lewat Jalan Mulus dan Hunian Layak
Selain itu, Dispertan juga menyiagakan Juru Sembelih Halal (Juleha) di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) serta tim Paskeswanqu (Pasukan Kesehatan Hewan Qurban) yang siap diterjunkan ke masjid-masjid.
Dalam waktu dekat, Dispertan juga berencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai manajemen kesehatan dan tata cara penanganan daging kurban sesuai syariat Islam. (jar/han)
Editor : Hany Akasah