RADAR GRESIK – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, mulai menunjukkan progres signifikan.
Satgas TMMD bersama warga setempat kini tengah fokus pada dua sasaran fisik utama: peningkatan infrastruktur jalan poros desa dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kegiatan diawali dengan pembongkaran jalan lama yang akan segera ditingkatkan melalui proses pengecoran. Langkah ini diambil untuk memastikan fondasi jalan lebih kokoh sebelum memasuki tahap betonisasi.
Kapten Arh Kuntoko menjelaskan bahwa perbaikan jalan poros desa merupakan prioritas untuk memperlancar mobilitas warga.
“Kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tapi sarana mempererat kebersamaan TNI dan masyarakat. Tujuannya jelas, agar infrastruktur menjadi lebih baik sehingga roda ekonomi masyarakat desa bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Di sisi lain, Satgas TMMD yang dipimpin oleh Lettu Arh Putu Suryawan juga mulai membongkar rumah milik Sumaun, salah satu warga penerima bantuan program RTLH. Pembongkaran dilakukan secara gotong royong sebagai tahap awal pembangunan hunian yang lebih sehat dan layak.
Baca Juga: Optimalkan Peran Fraksi, DPC PKB Gresik Buka Rumah Aspirasi Setiap Hari Jumat
"Program RTLH ini adalah wujud sinergi TNI dalam mempercepat pembangunan di pedesaan. Kami berharap melalui hunian yang layak, kualitas hidup masyarakat bisa meningkat secara nyata," kata Lettu Arh Putu Suryawan.
Kegembiraan tak mampu disembunyikan oleh Sumaun. Ia mengaku terharu melihat puluhan personel TNI bahu-membahu membongkar rumah tuanya untuk dibangun kembali.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni, kini diperbaiki oleh bapak-bapak TNI bersama tetangga. Ini bantuan yang sangat berarti bagi keluarga saya,” pungkasnya penuh haru.
Baca Juga: Ubah Hobi Jadi Ekonomi, Komunitas Sorag Ajak Perempuan Gresik Mahir Merajut
Program TMMD ke-128 di Desa Slempit ini diharapkan dapat tuntas tepat waktu dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Gresik selatan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah