Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Banjir Kali Lamong Berangsur Surut, BPBD Gresik Siagakan Personel dan Tangani Tanggul Jebol

Yudhi Dwi Anggoro • Rabu, 24 Desember 2025 | 20:18 WIB
SURUT : Banjir Luapan Kali Lamong di wilayah Gresik Selatan mulai surut meskipun masih ada yang tergenang.
SURUT : Banjir Luapan Kali Lamong di wilayah Gresik Selatan mulai surut meskipun masih ada yang tergenang.

RADAR GRESIK – Banjir akibat luapan Kali Lamong yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik mulai menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data terbaru, genangan air di beberapa kecamatan wilayah selatan berangsur-angsur surut, meski petugas tetap disiagakan di lokasi-lokasi yang masih terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi, mengungkapkan bahwa di Kecamatan Balongpanggang, mayoritas desa terdampak kini telah kering. Desa Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, dan Banjar Agung dilaporkan sudah surut total.

"Hingga pagi ini pukul 08.12 WIB, di Kecamatan Balongpanggang tinggal Desa Pucung yang masih ada genangan. Jalan poros desa tergenang sekitar 5 hingga 10 sentimeter, serta lahan persawahan seluas kurang lebih 5 hektare," jelas Sukardi.

Kondisi Genangan di Kecamatan Benjeng Meski beberapa titik mulai surut, Kecamatan Benjeng terpantau masih memiliki genangan di sejumlah desa. Di Desa Kedung Rukem, air setinggi 30 hingga 70 sentimeter masih merendam jalan poros desa, sementara 230 rumah warga tergenang air setinggi 10 hingga 20 sentimeter.

Kondisi serupa terjadi di Desa Sedapur Klagen, di mana 103 rumah warga dan 70 hektare sawah masih terendam. Sementara di Desa Delik Sumber, tercatat 110 rumah warga terdampak dengan ketinggian air hingga 20 sentimeter.

Desa Munggugianti, Bulurejo, dan Sirnoboyo juga dilaporkan masih mengalami genangan pada akses jalan lingkungan dan pemukiman dengan ketinggian yang bervariasi.

Kerusakan Infrastruktur di Kecamatan Cerme Bergeser ke Kecamatan Cerme, banjir masih merendam Desa Dadapkuning dengan ketinggian air di jalan raya mencapai 15 sentimeter. Sukardi menyoroti adanya kerusakan infrastruktur berupa tanggul yang jebol di dua titik.

"Terdapat tanggul jebol sepanjang 3 meter dengan kedalaman 2 meter di Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung. Untuk saat ini, penanganan dilakukan secara gotong royong oleh warga dan petugas karena akses alat berat belum memungkinkan untuk masuk ke lokasi," tuturnya.

Langkah Penanganan dan Bantuan BPBD Gresik terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan keselamatan warga.

Sebagai langkah antisipasi, satu unit perahu lipat telah disiagakan di Desa Kedung Rukem untuk membantu mobilitas warga jika sewaktu-waktu debit air kembali naik.

Selain kesiagaan personel, BPBD juga mulai mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir guna meringankan beban warga selama masa pemulihan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang dapat memicu luapan sungai kembali. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#BPBD #gresik #Selatan #Banjir #surut