RADAR GRESIK — Gerbong mutasi di tubuh Polri kembali bergerak sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penyesuaian dinamika kebutuhan institusi.
Berdasarkan Surat Telegram (TR) Kapolri nomor ST/2781B/XII/KEP/2025, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mendapatkan promosi jabatan baru ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.
Polisi asal Sumba tersebut akan mengemban amanah sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri. Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan di Polres Gresik atau "Giri Satu" akan dilanjutkan oleh AKBP Ramadhan Nasution.
Kabar mutasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi.
"Pak Kapolres mendapat promosi jabatan, TR-nya sudah kami terima. Mutasi maupun rotasi adalah hal yang biasa di tubuh Polri untuk penyegaran organisasi. Tentu semua anggota Polri harus siap ditempatkan di mana saja untuk melayani masyarakat," ujar Ipda Hepi pada Jumat (20/12).
Selama hampir satu tahun menjabat sejak Januari 2025, AKBP Rovan Richard Mahenu telah menorehkan berbagai capaian signifikan.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Polres Gresik Ringkus 136 Tersangka dari 92 Kasus Kriminalitas
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap, mulai dari penangkapan buronan pembunuhan selama setahun, kasus pembunuhan pengemudi ojek online di Kedamean, hingga pembongkaran aplikasi Gomatel yang menyebarluaskan data pribadi debitur.
Selain penegakan hukum, Alumnus Akpol 2006 ini juga dikenal inovatif dalam pelayanan publik. Beliau mengoptimalkan layanan "Lapor Cak Roma" melalui nomor 110, menyediakan layanan ambulans bagi masyarakat, hingga membuat terobosan bersejarah dengan membuka layanan pembuatan dan perpanjangan SIM pertama kalinya di Pulau Bawean.
Menanggapi kepindahannya, AKBP Rovan menyatakan kesiapannya untuk menjalankan mandat baru di Mabes Polri. Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dukungan seluruh elemen masyarakat selama ia bertugas di wilayah berjuluk Kota Pudak tersebut.
Baca Juga: Data Pribadi Debitur Disebar ke Publik, Polres Gresik Bongkar Aplikasi Mata Elang Ilegal
"Gresik guyub dan kompak. Alhamdulillah, selama bertugas di sini selalu mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, ulama, dan Forkopimda. Semuanya gotong royong menjaga kamtibmas Gresik. Saya sangat terbantu karena beberapa hasil ungkap kasus berawal dari keaktifan warga dalam melapor," tutur AKBP Rovan.
Mengakhiri masa tugasnya, Rovan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gresik jika masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama masa jabatannya. Baginya, Gresik memiliki tempat tersendiri di hatinya.
"Matur nuwun ke semua warga Gresik. Terima kasih dan mohon maaf jika masih ada pelayanan yang kurang, itu akan menjadi evaluasi bagi saya maupun institusi. Yang jelas, saya akan merindukan Gresik," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah