Kebomas – Wajah pelayanan publik di Gresik pagi ini diguyur aroma kopi tubruk dan suara gelak tawa ASN. Alih-alih berada di balik meja kantor, puluhan pegawai justru asyik bersantai di sejumlah warung kopi saat jam dinas. Untungnya, tim Satpol PP Gresik tidak ikut ngopi juga. Mereka turun langsung, merazia, dan membongkar kenyataan pahit: warkop kini kian mirip kantor kedua bagi oknum abdi negara.
Dipimpin Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, operasi ini menyisir warkop-warkop favorit ASN. Mulai dari Warkop AGP hingga Warkop Rindang Jati, yang tampaknya sudah jadi "co-working space" informal dengan bonus WiFi gratis dan nasi bungkus.
Hasilnya bikin geleng-geleng kepala. Di Warkop Rindang Jati, ditemukan 7 pegawai Dinas PUTR sedang “menata infrastruktur kopi.” Di Warkop Ambon, 3 staf KPU tampak sibuk bukan menghitung suara, tapi meracik rencana sarapan kedua.
Sementara dua pegawai Dinkes ditemukan di Pule ABR, mungkin sedang survei kesehatan lidah. Tak ketinggalan, dua pegawai Dinas Pendidikan dan tiga guru SMAN 1 Gresik ikut nongol di warkop sekitar Jalan Arif Rahman Hakim. Mungkin sedang mencari inspirasi pagi. Para ASN ini tak hanya terciduk, tapi juga langsung dibariskan di halaman Kantor Bupati Gresik.
“Ini baru teguran, tapi kalau bandel lagi, kami akan kurangi tunjangannya. Kalau honorer, ya siap-siap diberhentikan,” tegas Sinaga, memberi peringatan keras.
Yang menarik, Ketua Komisi I DPRD Gresik, M Rizaldi Saputra, ikut menyaksikan langsung razia ini. Ia memberi acungan jempol atas langkah Satpol PP, BKPSDM, dan Inspektorat yang mulai serius menertibkan budaya “ngantor di warkop.”
“Kalau ini dibiarkan, nanti muncul jabatan baru, Kepala Subbagian Kopi Hitam,” sindir Rizaldi.
Padahal, aturan sudah jelas. Berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, keluar saat jam kerja tanpa izin termasuk pelanggaran disiplin yang bisa berbuntut panjang dari teguran sampai pemecatan. Tapi nyatanya, aroma kopi kerap lebih menggoda ketimbang tanggung jawab publik.
"Razia ini bukan sekadar soal kedisiplinan, melainkan cermin dari wajah birokrasi yang kerap keblinger. sibuk di luar kantor saat rakyat banyak keluhan. Jika warkop terus jadi titik temu pegawai dan produktivitas, mungkin perlu dipikirkan untuk buka cabang kantor di tiap pojok kedai," ungkap Rizal dengan nada sinis. (fir)
Editor : Cak Fir