RADAR GRESIK - Setelah sempat buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pelaku utama kasus pengeroyokan disertai kekerasan berinisial AA akhirnya berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Gresik.
Penangkapan dilakukan di Jalan Tukad Pancoran, Panjer, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, Bali.
Pelaku AA merupakan salah satu aktor utama dalam aksi pengeroyokan dan penusukan terhadap korban berinisial BPI (21), warga Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik.
Peristiwa brutal tersebut terjadi, Minggu (4/8) sekitar pukul 04.30 WIB, mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di tiga titik pinggang kanan serta luka robek dan memar di sekujur tubuh hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kanit Resmob Ipda Andi Muhammad Asyraf Gunawan menjelaskan bahwa penangkapan AA merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan anggotanya.
"Sekitar pukul 15.00 WIB pada hari Kamis (8/5), anggota Resmob Polres Gresik berhasil mengamankan terduga pelaku pengeroyokan ini," ujarnya.
Pengungkapan kasus ini bermula dari keterangan korban dan rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan petunjuk tersebut, anggota Resmob Polres Gresik berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, yang mengarah pada identitas AA sebagai salah satu pelaku utama pengeroyokan.
Setelah mengantongi informasi keberadaan AA di Dewata Mitra Tehknik (DMT), Jl. Tukad Pancoran, Panjer, Denpasar, Bali, tim Resmob Polres Gresik bergerak cepat menuju lokasi.
"Sekitar pukul 15.30 WIB, anggota kami tiba di lokasi dan memastikan keberadaan pelaku. AA berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Polres Gresik untuk proses penyidikan lebih lanjut," terang Ipda Andi Muhammad Asyraf Gunawan, Selasa (14/5).
Sebelumnya, Polres Gresik juga telah berhasil menangkap dua terduga pelaku pengeroyokan disertai penusukan lainnya, yaitu Dwi Sujianto (26), warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, dan Angga Saputro (22), warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng.
Keduanya diamankan anggota Resmob Satreskrim Polres Gresik setelah terlibat dalam aksi brutal yang sama terhadap korban BPP (21), warga Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, yang juga mengalami luka tusukan dan lebam hingga harus dirawat di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden pengeroyokan ini bermula saat korban BPP berangkat kerja seorang diri mengendarai sepeda motor Honda CRF warna hitam W4232 EX pada Minggu (4/8) sekitar pukul 04.30 WIB.
Saat melintas di Jalan Raya Morowudi, depan warung makan ringan di wilayah Benjeng menuju Cerme, korban merasa dibuntuti oleh tiga unit sepeda motor yang dikendarai sekitar tujuh orang laki-laki.
Setibanya di sekitar depan makam Morowudi, Kecamatan Cerme, tiba-tiba salah seorang pelaku dari arah kanan belakang menusuk korban mengenai pinggang kanan. Korban kemudian dipaksa berhenti dan melepaskan baju hitam berlogo salah satu perguruan silat yang dikenakannya.
Saat korban tak berdaya, ketujuh pelaku secara bersama-sama melakukan pengeroyokan hingga korban tergeletak di jalan raya. Setelah melakukan aksi brutalnya, para pelaku meninggalkan korban seorang diri dan melarikan diri kembali ke arah barat (Benjeng). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di tiga titik pinggang kanan serta luka robek dan memar di beberapa bagian tubuhnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah