RADAR GRESIK - Warga Kabupaten Gresik diresahkan dengan fenomena puluhan hewan liar yang turun dari wilayah dataran tinggi dalam satu bulan terakhir.
Alih fungsi lahan hutan dan perkebunan menjadi area pemukiman diduga menjadi penyebab utama kejadian ini.
Komandan Tim Damkarla Kabupaten Gresik, Bowo Wiyono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap sedikitnya 30 hewan liar, didominasi oleh ular dan monyet ekor panjang, selama periode tersebut.
Seluruh hewan hasil evakuasi ini kemudian diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut.
"Kami menduga kuat, perubahan fungsi lahan di dataran tinggi menjadi perumahan memaksa ular dan hewan liar lainnya untuk mencari tempat tinggal baru di dataran yang lebih rendah. Akibatnya, banyak dari mereka yang masuk ke gorong-gorong dan area pemukiman warga," jelas Bowo.
Lebih lanjut, Bowo merinci bahwa sebagian besar hewan liar yang berhasil diselamatkan adalah ular piton, yang ditemukan di wilayah Kecamatan Gresik dan Kebomas. Sementara itu, satu ekor monyet ekor panjang dievakuasi dari rumah warga yang berdekatan dengan area perkebunan di Kecamatan Menganti.
"Evakuasi monyet ekor panjang ini cukup menantang karena hewan tersebut berasal dari alam bebas dan cenderung agresif. Monyet itu masuk ke rumah warga dan berpotensi membahayakan. Warga kemudian menghubungi Damkarla untuk meminta bantuan," pungkas Bowo. (yud/han)
Editor : Hany Akasah