Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bahaya Bagi Privasi Pengguna Jika Meta Latih Model AI dengan Data Pengguna Facebook dan Instagram di Uni Eropa

Hany Akasah • Rabu, 16 April 2025 | 19:46 WIB

 

Meta Platforms Inc., perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan rencana untuk melatih model kecerdasan buatannya (AI)
Meta Platforms Inc., perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan rencana untuk melatih model kecerdasan buatannya (AI)

RADAR GRESIK - Meta Platforms Inc., perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengumumkan rencana untuk melatih model kecerdasan buatannya (AI) menggunakan data publik dari pengguna di Uni Eropa. Langkah ini memicu kekhawatiran serius dari para pemerhati privasi dan regulator Eropa.

Dalam pernyataan resminya, Meta menyebut bahwa data yang digunakan hanya mencakup informasi publik seperti unggahan, komentar, dan keterangan foto, dan tidak termasuk pesan pribadi atau konten yang disetel sebagai pribadi. Perusahaan beralasan bahwa langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan AI generatif mereka dalam memahami konteks, bahasa, dan budaya lokal di kawasan Eropa.

“Kami ingin memastikan bahwa model AI kami mampu merefleksikan keanekaragaman perspektif global, termasuk dari Eropa,” kata juru bicara Meta.

Meta juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan pesan pribadi maupun data publik dari pengguna usia di bawah 18 Tahun untuk melatih model Ai mereka.

"Kami percaya bahwa kami memiliki tanggung jawab untuk membangun AI yang tidak hanya tersedia bagi orang Eropa. Tetapi juga benar benar dibuat untuk mereka " Kata juru bicara Meta

Namun, keputusan ini segera menuai kritik dari kelompok advokasi privasi digital seperti NOYB (None of Your Business) dan Privacy International. Mereka menilai penggunaan data pengguna, meskipun bersifat publik, tetap memerlukan persetujuan eksplisit di bawah regulasi ketat GDPR (General Data Protection Regulation) yang berlaku di Uni Eropa.

Max Schrems, aktivis privasi dan pendiri NOYB, menyebut langkah Meta sebagai “eksploitasi data publik secara massal tanpa transparansi yang memadai.”
Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC), yang menjadi regulator utama Meta di Eropa, mengaku telah menerima notifikasi dari Meta dan sedang melakukan evaluasi atas kebijakan tersebut.

Langkah Meta ini menjadi bagian dari tren global di mana perusahaan teknologi berlomba mengembangkan model AI dengan skala data masif, termasuk yang diambil dari platform media sosial. Namun, di Eropa, isu privasi dan kontrol individu atas data pribadi menjadi titik krusial yang tak bisa diabaikan.

Belum ada informasi lebih lanjut apakah Meta akan memberikan opsi opt-out bagi pengguna di kawasan Eropa, atau apakah akan dilakukan transparansi tambahan dalam proses pelatihan model AI mereka.(mil/han)

Editor : Hany Akasah
#Facebook #instagram #kecerdasan #ai #Data #meta